Monday, May 8, 2006

Belajar Mencinta


Senja lewati hari demi hari
Jalinan nada sendu terpatri begitu dalam
Ingin jauh ku berlari
Memisahkan diri dari asa lalu yang kelam

Letih ku mencoba
Niat dan hati tak jua bersatu
Kapan saat itu tiba
Berdamai dan bersekutu


Sepatah kata mengetuk jiwa


"Jika mau belajar mengasihi.. mulailah dengan orang yang paling kamu benci.."


Sadarlah wahai raga
Berapa lama lagi waktu berlalu sia-sia
Pahamilah wahai emosi
Air mata dan kebencian takkan mencapainya

Walau berat
Tapi ku mau taat

MengingatMu
Mengingat lembutnya hatiMu

Beri aku nada cintaMu
Itulah satu-satunya yang kubutuhkan saat ini
Beri aku pengertianMu
Itulah yang memampukan aku memandang dari mataMu

Sulitkah?
Beratkah?
Bagaimana dapat mengasihi penyiksa hatimu?
Maukah kau mencoba?


 

Mengenal Mereka


Dalamnya laut tak terselami
Dalamnya hati tiada yang tahu

Kadang orang yang kau pikir kau kenal
Ternyata tak pernah sungguh-sungguh kau kenal
Dan orang yang dulunya kau hindari
Ternyata benar-benar dapat dipercaya

Ironis?
Mungkin sesungguhnya tidak....
Kau hanya butuh waktu sampai segalanya menjadi jelas
Kau hanya butuh niat dan ketulusan hati untuk suatu kebenaran

Pahit dan getir pernah meninggalkan jejaknya
Namun apakah sekarang mereka telah pergi?
Kasih yang dulu pernah jadi impian
Apakah sekarang telah menyelimutimu?

Sesuatu itu tidak jauh...
Kau hanya perlu melihat lebih dekat
Dan merasakannya dengan hatimu yang terdalam
Karna kadang apa yang terlihat tidak seperti yang tersembunyi

Butterfly's Wish


Berputar dalam lajumu
Terpekur memandang jalan yang seolah tak berujung
Kapankah tersibak hari itu
Dimana aku kan terbang menyentuh pelangi

Sayapku tak pernah berhenti bergoyang
Walau kadang ingin terdiam
Ingin lepas...

Nantikan saat itu
Kadang tanahpun sakau akan hujan
Kapankah...

Harapku terperangkap dalam jerat hari-hari
Namun nyalanya tidak akan pernah padam
Terus menunggu
Tanpa henti memintal tujuh warna pelangi

Sampai waktuku tiba 'tuk terbang...


 

First Aid... A Piece of Me


Tajamnya menggores lukaku
Perih yang tiba-tiba kembali terasa
Hanya aku mendekap erat pedihnya
Tapi hanya Dia yang tahu mengapa

Untai kata menghujam ingatanku
Bagai menyusuri kembali jejak-jejak lalu
Sakitnya duri mawar menggores untuk kesekian kalinya
Cukup... cukup...

Telingaku yang tak pernah lelah mendengar
Tapi tak ada telinga untukku...

Kali ini tanyaku membara
apakah aku benar-benar bebal dan keras kepala?

"Ya... tentu saja semua orang lain selalu benar dan bermaksud baik"
"Kamu harus mengerti dan memahami mereka..."

Pertumpahan darah yang sesungguhnya
Bukan dalam peperangan dengan senjata
Namun di dalam sini...
Di sebuah ruang yang kasat mata...

Lelah...
Ingin berlari dan tenggelam
Dalam pelukan.. Dibawah sayapMu

Marah...
Tiada terucap
Baik lewat kata maupun ekspresi wajah

Jangan hakimi aku...
Kenapa tak hentikan saja tulisanku berbahasa
Kenapa tak melarangku berbicara saja
Kurung saja aku!

Penerimaan dan Ketulusan
Mungkin hanya 2 hal itu yang dicari orang di dunia
Kemuliaan hati yang tak dicemari oleh keangkuhan dan ego
Impian dalam nurani setiap anak manusia

Ingin berbaring sejenak...
Sesaat saja menuangkan semua rasa dan asaku
Walau hanya secarik kertas yang meminjamkan telinganya
Walau hanya ditemani coretan tinta yang mengatupkan mulutnya

...

Look Wider


Sometimes felt so lost
Sometimes felt so alone
Sometimes felt like in the end of a path
But often.. they're all just illusions

The fact is...
Maybe we only look into ourself
Maybe we wear the wrong glasses
Maybe we bow down too long
Maybe we haven't seen the stars of hope up there


There's always a beautiful rainbow behind the stormy rain
There's always a shiny light at the edge of a tunnel
It's just a matter of faith
And how you trust His heart


It's good to see the reality
But it's better if we still hold on our hope and faith
And the best is... if we keep move on with the courage and love
With all the best that He had given to us


So...
Stand taller
and look wider
Coz there're so many wonderful things waiting for you


 

Sore... Cinta


Senja merekah di telapak langit
Semburat jingga mendandani jemari sang awan
Setibanya di penghujung hari ini
Kusematkan secawan syukur dalam langkah-langkah angin
Untuk anugrah mawar-mawar cintaMu

Perjalananku


Menyusuri tapak-tapak kilas rona cinta
Jejak tertambat di seuntai anak tangga
Terhenti...
Membeku di depan gerbang kenangan

Garis-garis yang sama
Pilar-pilar masih tertunduk gemulai
Meneduhi ruang-ruang hati

Sejenak ku berpikir...
Akankah kumainkan dawai-dawai ini sekali lagi
Birunya langit tersenyum membisu
Dampingi sebentuk rangkaian asa yang meluruh

Waktu telah membawaku pergi menjauh
Namun ingatan tak jua lepaskanku
Kelana jiwa tak henti membujuk
Terkadang rapuh terkadang tegar dalam perenungan

Tuk pahami detak kehidupan yang sepertinya tiada berujung
Terdiam jengah terpaku
Namun hati ini terus bersahutan

Kau satu Kekasihku
Yang ulurkan sepekat nikmat
Padamkan bara siksa sebatang kara

Genggaman tangan yang tak pernah putus
Bisikan lembutMu tak pernah usai mengukir cinta
Menuangkan geloranya di setiap serat nafasku..

Gelombang emosi kan selalu warnai bumi
Bagai selaksa bintang di gelapnya malam
Namun nyanyian cintaMu akan selalu bergema
Entah saat mata terpejam atau terbuka

Itulah yang kumohon menjadi bagian dari nyawaku
Dalam satu jeda keabadian...