Thursday, March 29, 2007

Perasaan Ini Datang Lagi...

Barusan aja, mamaku telpon... Minta aku doain dia... tangannya sakit, ga tau keseleo atau kenapa... lengan kanannya sakit... Udah dibawa ke tukang pijit di Bangkalan 2 kali tapi tetep ga baek-baek... tadi aku dah doain by phone 'n tetep encourage dia buat terus doa 'n minta pimpinanNya kalo cari dokter atau tukang pijit atau cara pengobatan yang tepat... and encourage dia buat tetep percaya kalo Tuhan pasti sembuhin dia.


I wish that I could be there with her... See... kalo dah gini kayaknya hal-hal laen ga terasa penting... aku cuman pengen ngabisin waktu ama my parents... be there with them... God please tell me what to do...

People Who Care

Sometimes I feel that I'm on my own... Be a good listener and talk only when it necessary... Be a quiet girl and trying to figure things out on my own (with Him of course)... coz somehow I have fears, and I also know that I can't share my private conversations with everyone...


But today... I just know that... there are people who cares so much about me... there are people who support me and back me up... Before I know this, I just saw them as some casual friends, I assumed they didn't know what I was thinking or how about my feelings... but they do...


They are people which God had chosen, to tell me that I'm so precious... to let me know that I'm not just on my own... that I'm not alone... to tell me that everything's gonna be okay... to say that His love for me will always find other people to be its way to touch me and makes me feel warm... to convince me that His love is so strong, beyond all my thoughts and all my fears... His love can be appears in various ways and through anyone, through anything...


Thank You God... coz it's Your love that keep me alive for all this time...     

Tuesday, March 27, 2007

Nothing To Lose

Nothing to lose... It's just a way that I have to take to know the truth, to really see the real version of humanity... to get a certainty so I can invest my time on the things that really matter and focus to purposeful things...

Menjadi Pria Sejati Yang Maksimal - Sunanto




Roma 5:19
“Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.”


 


Alkitab berkata oleh ketidaktaatan satu orang maka semua orang telah menjadi orang berdosa. Dalam terjemahan bahasa Inggris kata satu orang dituliskan dengan kata ‘Man’ yang artinya adalah pria. Mengapa Alkitab mengatakan karena satu orang (pria) meskipun sebenarnya yang berbuat dosa lebih dahulu adalah wanita (Hawa)? Bukankah seharusnya ditulis oleh karena wanita maka semua orang telah menjadi orang berdosa? Bukankah lebih adil bila ditulis oleh karena pria dan wanita maka semua orang menjadi orang berdosa ?


 


Oh tidak, Tuhan itu maha adil, Alkitab mengatakan oleh karena seorang pria semua orang menjadi berdosa sebab memang prialah diberi tanggung jawab oleh Tuhan. Sebagai pemimpin, pria harus bertanggung jawab atas apa yang dilakukan oleh isteri dan anak-anaknya. Sebenarnya dosa Adam yang terbesar bukanlah karena ia telah memakan buah terlarang melainkan karena ia menolak bertanggung jawab atas kesalahannya dan isterinya sehingga akibat penolakannya untuk bertanggung jawab itu semua orang menjadi berdosa. Akan tetapi Yesus Kristus, sang pria sejati itu datang mengambil tanggung jawab atas dosa semua orang sehingga oleh ketaatanNya semua orang menjadi orang benar.


 


Beberapa waktu silam air mata saya sempat menetes ketika menyaksikan pengakuan Lidya Pratiwi tersangka pembunuh Naek Gomgom H.  Yang membuat saya terharu, Lidya mengatakan dia sangat sedih (dia mengatakannya sambil menangis) sebab ayahnya sama sekali tidak memperdulikan keadaannya yang sedang sulit itu. Tidak adanya figur seorang ayah yang bertanggung jawab menyebabkan Lidya Pratiwi bertumbuh menjadi seorang gadis remaja yang labil sehingga mudah dipengaruhi untuk melakukan hal yang salah. Anak lakil-laki dan anak perempuan memperoleh identitas diri mereka dari Ayah sehingga mereka yang tidak memiliki figur Ayah yang baik akan bergumul dengan identitas (gambar) dirinya.


 


Dari Ibu, kita menerima kasih sayang dan pemeliharaan tetapi indentitas diri kita diperoleh dari Ayah. Sayangnya bagi banyak orang kata Ayah, Bapak atau Papa hanya melambangkan kepedihan, teror, ketakutan dan kehilangan. Yakub merupakan contoh seseorang yang mengalami krisis identitas akibat kurangnya penerimaan dari seorang ayah. Yakub memang lebih dikasihi oleh ibunya tetapi ayahnya lebih mengasihi Esau.


Akibat krisis identitas itu Yakub bertumbuh menjadi seorang penipu dan pembohong.


Yakub menipu ayahnya sebab ia menginginkan hak kesulungan, padahal sebenarnya yang dibutuhkannya adalah penerimaan ayahnya.


 


Amsal  28:13 “Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.”


 


Dale Carniege, penulis buku best seller ‘How to Win Friends and Influence People’ mengatakan agar berhasil bergaul dengan orang lain, anda harus memberi cara mereka berubah tanpa membuat mereka harus mengakui kesalahan mereka. Akan tetapi , ini bukanlah cara yang dipakai oleh Tuhan untuk mengubah kita. Bila kita ingin berubah menjadi pria sejati yang maksimal maka langkah pertama yang harus kita lakukan adalah bertobat.


 


Salah satu hal yang paling sulit dilakukan oleh pria adalah mengakui bahwa dirinya bersalah. Pria lebih suka menyalahkan orang lain daripada menghadapi kebenaran bahwa dirinya perlu berubah. Banyak pria yang lebih baik mati daripada kehilangan muka dengan mengakui kesalahannya.


 


Yesus memberikan sebuah perumpamaan tentang dua orang yang datang berdoa di bait Allah yaitu orang Farisi dan pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya : “Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.”  Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.”  Yesus mengatakan pemungut cukai ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang Farisi itu tidak. Pemungut cukai itu dibenarkan Allah sebab ia datang berdoa dengan sikap yang rendah hati sedangkan orang Farisi berdoa dengan sikap hati yang sombong.


 


Alkitab berkata, "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.  Inilah saatnya bagi kita sebagai pria Allah untuk bertobat dan memikul tanggung jawab yang telah Tuhan berikan kepada kita. Biarlah kita tidak mengulangi kesalahan generasi sebelumnya yang tidak memikul tanggung jawab. Bila pria berubah maka keluarga akan berubah, bila keluarga berubah maka masyarakat akan berubah dan bila masyarakat berubah maka bangsa akan berubah !


 


Mat 6:14-15 “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu. "


 


Hampir tidak ada orang yang tidak pernah mengalami luka batin dalam hidupnya.


Walaupun dalam kadar yang berbeda, setiap kita pasti pernah mengalami sakit hati dengan orang lain. Namun bila luka batin itu terjadi pada waktu masa kanak-kanak maka hal itu akan berpengaruh besar dalam kehidupan kita sebagai orang dewasa. Kemanusiaan yang dewasa berakar pada masa kanak-kanak dan banyak pemikiran kita hari ini yang berasal dari pengalaman kita sebagai anak-anak. Harga diri, kesadaran batin mengenai jati diri, seksualitas yang kita miliki sebagai seorang pria dewasa berakar dari pada masa kanak-kanak kita.


 


Langkah kedua untuk menjadi pria sejati yang maksimal adalah mengampuni.


Mengampuni bukanlah perasaan melainkan sebuah keputusan. Mengampuni juga bukan berarti kita menyangkal kesalahan orang yang telah melukai hati kita. Melepaskan pengampunan merupakan kunci utama untuk mengalami kesembuhan batin. Melepaskan pengampunan akan mematahkan kutuk generasi sehingga kita tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan oleh generasi sebelumnya.


 


Saya sendiri mengalami luka batin yang parah karena penolakan yang terjadi ketika saya masih kanak-kanak. Dibutuhkan waktu selama sekitar 12 tahun sehingga luka-luka batin itu bisa pulih sampai ke akar-akarnya. Setelah melalui krisis demi krisis dan banyak air mata akhirnya luka-luka batin itu bisa sembuh sampai ke akar-akarnya. Saya percaya Tuhan tidak pernah menentukan saya lahir sebagai anak yang ditolak sehingga mengalami depresi yang berkepanjangan ketika beranjak remaja. Saya tidak tahu mengapa Tuhan mengijinkannya terjadi (nanti akan saya tanyakan di surga) tetapi saya percaya Tuhan berdaulat menggunakannya untuk mendatangkan kebaikan dalam hidup saya. Salah satu kebaikannya adalah agar saya bisa menolong orang lain yang mengalami masalah yang sama.


 


Satu waktu Petrus bertanya kepada Yesus, sampai berapa kali ia harus mengampuni orang yang telah berbuat dosa kepadanya. Petrus mengira mengampuni tujuh kali sudah cukup tetapi Yesus malah menjawab bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali (490 kali). Bayangkan kita disuruh mengampuni kesalahan orang lain selama 490 kali. Dengan kata lain, Yesus bermaksud mengatakan bahwa berapa kalipun orang lain berbuat kesalahan kepada kita maka kita harus mengampuni mereka.


 


Satu waktu seorang pemimpin rohani yang saya sangat hormati menghina dan mengecam saya di depan umum. Waktu itu saya sangat terluka sebab orang yang saya hormati dan doakan setiap hari malah melakukan hal yang begitu menyakitkan. Bila menuruti keinginan daging, saya ingin membalasnya tetapi saya memutuskan untuk melepaskan pengampunan dan memberkatinya. Akhirnya pemimpin tersebut menyadari kesalahannya dan sampai hari ini hubungan kami tetap baik. Saya percaya bila waktu itu saya tidak melepaskan pengampunan maka kerohanian saya pasti akan mengalami stagnasi. Saya tidak akan menjadi seperti hari ini bila tidak memutuskan untuk mengampuni setiap orang yang telah berbuat kesalahan terhadap saya.


 


Saya tahu banyak diantara saudara yang membaca tulisan ini memiliki luka batin akibat perlakuan orang lain yang tidak adil. Bukan saya, melainkan Tuhan yang memerintahkan anda untuk melepaskan pengampunan bagi setiap orang yang telah bersalah kepada anda.


Orang yang menolak mengampuni akan menahan kesalahan orang yang telah melakukan kesalahan itu. Bila kita tidak mengampuni kesalahan Ayah kita maka kita akan mengulangi kesalahan tersebut kepada anak-anak kita. Ampunilah dan putuskanlah kutuk generasi itu supaya Tuhan jangan datang memukul bumi sehingga musnah !


 


Mzm 112: 1-3 “Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya.”


 


Gerakan reformasi pada abad ke 16 yang dipelopori oleh Luther, Calvin, Zwingli dan Knox telah memberikan dasar yang teguh bagi perkembangan gereja selanjutnya. Salah satu kebaikan yang dihasilkan oleh gerakan ini adalah dikembalikannya kewibawaan Alkitab sebagai otoritas tertinggi dalam gereja. Para reformator mempunyai pendapat yang teguh bahwa kewenangan Paus, dewan gereja dan teolog berada di bawah Kitab Suci. Bila kita ingin memiliki pondasi hidup Kekristenan yang kokoh maka kita harus menjadikan Alkitab sebagai otoritas yang tertinggi dalam hidup kita.


 


Langkah ketiga yang harus diambil bila kita ingin menjadi pria sejati yang maksimal adalah mencintai Firman Tuhan. Banyak isteri yang mengeluh sebab para suami lebih suka menonton televisi dan bermain video game berjam-jam daripada membaca Firman Tuhan. Pria merupakan seorang pemimpin dalam keluarga dan bertanggung jawab untuk mengambil keputusan yang sesuai kehendak Allah bagi keluarganya.


  


Untuk dapat mengambil keputusan yang benar dibutuhkan hikmat ilahi. Hikmat hanya dapat diperoleh bila kita membaca dan merenungkan Firman Tuhan. Seorang pria sejati harus mendisiplinkan diri untuk membaca Alkitab secara teratur, merenungkannya dan mentaatinya. Janganlah membaca Alkitab bila hanya ketika anda sedang mengalami masalah. Bacalah Alkitab sebelum masalah itu datang sehingga anda akan siap menghadapi ketika masalah datang. Gagal mempersiapkan diri berarti bersiap-siap untuk menerima kekalahan.


 


Alkitab menubuatkan di akhir jaman ini akan terjadi sebuah goncangan yang dasyat di dunia ini. Hanya mereka yang mendasarkan dirinya pada kebenaran Firman Tuhan yang akan tetap bertahan sampai akhir. Langit dan bumi akan berlalu tetapi FirmanNya akan tetap kekal untuk selamanya. Biarlah kita menjadi pria-pria Allah yang mencintai FirmanNya!


 


Matius  26:41 “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."


 


Jika kebanyakan wanita paling takut mengalami perasaan kesepian, kebanyakan pria paling takut mengalami perasaan kecewa. Kaum pria menghindari mengucapkan hasratnya sebab kita takut akan dikecewakan. Kita berpikir selama kita tidak mengakui sebuah kebutuhan atau hasrat maka kita dapat bebas dari kekecewaan. Oleh karena itu banyak pria yang tidak suka berdoa sebab doa membuat kita mengakui hasrat kita. Selain itu pria juga dilatih untuk mengandalkan kemampuan diri sendiri; biasanya selama masih mampu, kita ini gengsi meminta pertolongan kepada orang lain.


 


Tetapi Yesus, sang Pria sejati itu memberikan sebuah teladan bagi kita sebagai kaum pria yaitu kebiasaannya untuk berdoa. Yesus membiasakan diri untuk berdoa di pagi hari saat hari masih gelap. Yesus berdoa semalam-malaman sebelum Ia memilih ke dua belas muridNya. Yesus berdoa ketika orang banyak mencariNya meskipun Ia dielu-dielukan karena mereka melihat mujizat yang dikerjakanNya. Yesus berdoa ketika Ia sedang bergumul di Getsemani, bahkan Ia berdoa sampai tiga kali lamanya. Langkah ke empat yang harus diambil bila kita ingin menjadi pria sejati yang maksimal adalah membiasakan (mendisiplinkan) diri untuk berdoa.


 


Hampir semua pahlawan iman pria yang ada di Alkitab dan sepanjang sejarah Kekristenan merupakan pria pendoa. Martin Luther berkata “ Jika aku tidak berdoa selama dua jam setiap pagi maka iblis akan menang pada hari itu. Saya mempunyai begitu banyak tugas yang tidak dapat saya lakukan tanpa menggunakan tiga jam sehari untuk berdoa.” John Calvin mengatakan doa merupakan nafas bagi orang percaya. John Wesley, sang pembawa kebangunan rohani di Inggris itu berdoa selama dua jam setiap pagi. John Knox berdoa sangat lama, bahkan kadang sampai selama enam jam sehingga saking lamanya dia berdoa salju di tempat dia berdoa sampai mencair. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang membangkitkan 14 orang mati itu berdoa setiap setengah jam sekali.


 


Saya setuju dengan apa yang dikatakan oleh Dr. Peter Wagner bahwa sasaran setiap orang Kristen adalah mencapai minimal berdoa satu jam setiap hari. Tentu saja kita tidak dapat langsung mencapai doa selama satu jam ini dalam sekejap. Kita bisa melatihnya mulai dari 15 menit setiap hari dan kemudian sedikit demi sedikit menambah waktu doa tersebut. Charles Spurgeon mengatakan, “ Berdoalah untuk memperoleh kebiasaan berdoa, berdoalah sampai anda dapat berdoa.” Philip Yancey berkata, “Kita hidup dalam masyarakat yang tidak bisa memahami mereka yang berpuasa atau meluangkan waktu dua jam untuk saat teduh, namun menghormati pemain football yang latihan beban selama lima jam sehari.”  


 


Mereka yang menulis tentang kehidupan Kristen seringkali memaparkan bahwa semakin lama kita menjalani hidup Kekristenan ini maka jalan yang ditempuh akan semakin sulit bukan semakin mudah. Perjalanan hidup Kekristenan itu ibarat mendaki gunung dimana semakin tinggi kita mendaki semakin sulit dan besar tantangan yang harus dihadapi. Seseorang yang ingin berhasil mendaki gunung yang tinggi harus mengandalkan latihan bertahun-tahun; kursus kilat sebelum pendakian tidak akan berhasil. Marilah kita latih kerohanian kita dengan mendisiplinkan diri untuk berdoa setiap hari agar tatkala ujian itu datang, kita mampu keluar sebagai pemenang. Jadilah pria-pria Allah yang suka berdoa!


 


I Korintus 6:18 “Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.”


 


Dr. Edwin Lois Cole, pendiri dari Christian Men’s Network mengatakan bahwa dua masalah yang terdapat hampir dimana-mana dalam kebudayaan manapun adalah ketiadaan Ayah dan pornografi. Yang satu menghasilkan pria yang tidak pernah diajarkan untuk menjadi pria sedangkan yang lain menghasilkan pria yang menolak untuk menjadi pria. Dr. Doug Banister, penulis buku ‘Sacred Quest’ menceritakan bahwa tiga dari pengkotbah besar Amerika yang berbicara dalam ibadah kapel tengah minggu saat ia sedang kuliah jatuh ke dalam perzinahan yang mempermalukan keluarga dan pelayanan mereka.


 


Pornografi dan perzinahan (perselingkuhan) termasuk dalam dosa percabulan.


Kaum pria bergumul dengan hasrat seksual karena dorongan seks yang kuat yang diberikan Tuhan kepada kita. Lebih dari 80 persen pria yang berumur diatas 12 tahun, bergumul dengan harat seksual mereka setiap hari (sisanya tidak mengalami masalah ini mungkin karena usia lanjut atau masalah fisik). Langkah ke lima yang harus diambil bila kita ingin menjadi pria sejati yang maksimal adalah menjauhi percabulan.


 


Dengan ditemukannya teknologi internet memang mendatangkan banyak manfaat tetapi juga mendatangkan banyak bahaya, salah satunya bahaya pornografi. Saat ini terdapat jutaan situs porno yang dapat di akses dengan mudah oleh siapapun. Pornografi internet menjadi sangat berbahaya sebab orang yang melakukannya sangat mudah untuk menghilangkan bukti dalam sekejab agar tidak ketahuan. Ketika pikiran seorang pria sudah dikuasai oleh pornografi maka ia dapat dengan mudahnya melecehkan isterinya.


Ia menjadikan isterinya sebagai sumber pemenuhan khayalnya. Sang suami yang kecanduan pornografi sudah tidak melihat keberhargaan diri isterinya selain fisiknya. Tidak sedikit pernikahan yang hancur akibat sang suami terikat oleh pornografi.


 


Kita diperintahkan untuk menjauhi percabulan bukan melawan percabulan. Seorang hamba Tuhan menceritakan pengalamannya ketika satu hari dia hanya sekedar iseng membuka situs porno di internet. Pada awalnya dia mengira bahwa dia bisa menahan nafsu saat melihat gambar-gambar porno tersebut. Namun tanpa disadari kegiatan yang hanya iseng itu mulai mengikatnya secara perlahan. Bersyukur, Roh Kudus menyadarkannya sehingga dia langsung bertobat dan mematikan komputer.


 


Tidak ada orang yang dapat melawan dosa percabulan; ingatlah baik-baik setinggi dan sekuat apapun kerohanian seseorang kita tidak akan bisa melawannya. Satu-satunya cara adalah dengan menjauhi (lari), seperti apa yang dilakukan oleh Yusuf saat ia digoda oleh Tante Potifar. Jauhkanlah hal-hal yang dapat membuat anda jatuh ke dalam dosa percabulan seperti majalah pria dewasa, film, dan situs porno. Jangan pernah mengkonseling seorang wanita seorang diri. Jangan pernah sendirian satu mobil dengan seorang wanita kecuali dengan isteri atau ibu anda. Jagalah selalu keharmonisan dan kemesraan hubungan dengan isteri anda. Marilah kita menjadi pria-pria Allah yang menjauhi percabulan!


 


Pengkotbah 4:9-12 “Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya! Juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang saja dapat menjadi panas? Dan bilamana seorang dapat dikalahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.”


 


Secara alamiah kaum wanita memiliki kemampuan untuk membangun hubungan lebih baik dibanding pria. Ketika dua orang wanita menjalin sebuah persahabatan, mereka biasanya berbagi hampir segalanya. Salah satu hal yang dapat dipelajari kaum pria dari kaum wanita adalah dalam hal keterampilan mereka membangun hubungan. Tuhan menciptakan wanita sebagai penolong bagi pria, salah satunya menolong pria dalam hal membangun hubungan.


 


Untuk dapat membangun hubungan dengan orang lain diperlukan kemampuan untuk berkomunikasi. Tetapi banyak pria dewasa yang sulit untuk berkomunikasi sebab ketika kanak-kanak kita disuruh duduk tenang dan diam tanpa boleh banyak bicara, apalagi menangis. Akibatnya sebagai pria dewasa kita tidak dapat berkomunikasi, siap meledak tetapi tidak berani menangis. Perasaan satu-satunya yang dapat kita ungkapkan adalah kemarahan. Kita marah sebab kita tidak tahu cara yang tepat untuk mengungkapkan perasaan dan kekecewaan dengan benar.


 


Sebuah survei yang diadakan oleh Fuller Institute of Church Growth menunjukkan sekitar 70 % pendeta tidak memiliki seseorang yang bisa mereka anggap sebagai sahabat dekat. Banyak pelayan Tuhan yang tidak memiliki seorangpun sahabat yang dapat berbagi hidup dengan mereka. Bila kita ingin tetap bertahan dalam menghadapi terpaan badai dalam kehidupan ini, kita memerlukan sebuah komunitas. Salah satu tanda orang yang tidak memiliki komunitas adalah dia tidak memiliki seseorang yang dapat bersehati untuk berdoa bersama  saat sedang berada dalam pergumulan. Salah satu sebab saya bisa bertahan sampai hari ini karena saya memiliki sahabat-sahabat yang bisa berbagi hidup terutama saat saya sedang mengalami pergumulan berat. Langkah ke enam yang harus diambil bila kita ingin menjadi pria sejati yang maksimal adalah membangun hubungan dengan sesama.


 


Para pendaki gunung tinggi di dunia tidak pergi seorang diri sebab mereka harus saling mengaitkan diri terutama saat mendekati puncak gunung. Saat mendekati puncak gunung, seutas tali diikatkan diantara mereka sehingga bila ada seseorang yang menginjak lubang yang tertutup es maka ada yang menahannya supaya tidak jatuh terjerembab. Di akhir jaman ini serangan musuh semakin intensif sehingga kita tidak bisa hidup sendirian. Sebagai kaum pria, kita harus belajar membangun hubungan dengan orang lain. Kita harus belajar saling berbagi hidup dan saling mendoakan dengan sesama orang percaya. Bila kita ingin sampai di puncak gunung Allah, kita harus memiliki sahabat-sahabat yang bersedia menopang saat kaki kita menginjak lubang. Sahabat sejati merupakan harta karun yang terbesar dalam kehidupan ini!


 


Filipi 1:29 “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia “


 


Bagi sebagian orang Kristen khususnya yang karismatik, penderitaan bukanlah kata yang populer. Namun penderitaan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari hidup Kekristenan. Bahkan Alkitab menyebutkan, kepada kita bukan saja dikaruniakan keselamatan melainkan juga menderita bagi Kristus. Saya tidak dapat membayangkan akan betapa jauhnya saya hari ini dari Tuhan jika Ia tidak mengijinkan sejumlah penderitaan terjadi dalam hidup saya.


 


Kita bertumbuh paling banyak bukan pada masa yang mudah melainkan justru pada masa yang sukar itulah kita bertumbuh paling banyak. Pengalaman yang menyenangkan membuat hidup menjadi indah tetapi pengalaman yang menyakitkan membuat kita bertumbuh. Oh betapa besar pertumbuhan yang akan kita alami bila kita tahu  cara memanfaatkan penderitaan dengan benar. T.D Jakes berkata, “Tunjukkanlah kepada saya seorang pria yang telah sangat mempengaruhi generasinya maka saya akan menunjukkan kepada anda seorang pria yang telah merasakan kepedihan, belenggu dan kesengsaraan.” Langkah ke tujuh yang diperlukan bila kita ingin menjadi pria sejati yang maksimal adalah tabah dalam menghadapi penderitaan.


 


Yesus tidak pernah menjanjikan kehidupan yang mudah bagi mereka yang ingin mengikutiNya. Bahkan sebalikNya Ia memberi syarat bagi setiap orang yang ingin menjadi muridNya untuk bersedia memikul salib dan menyangkal diri. Banyak orang Kristen yang mengingini kemuliaan tetapi tanpa ada salib tidak akan ada kemuliaan.


Salib melibatkan rasa sakit, tanpa ada rasa sakit berarti belum ada salib. Merasakan kesakitan karena penderitaan merupakan bagian prinsip daripada penderitaan itu sendiri.


 


Tidak ada manusia normal yang suka mengalami penderitaan dan rasa sakit. Secara alamiah, kita tidak mengingini penderitaan yang diperlukan untuk terjadinya proses transfomasi manusia batiniah itu. Sebenarnya tanpa tangan Tuhan sendiri yang membawa kita pada proses yang merubah kita menjadi manusia baru yang memiliki karakter Kristus maka kita tidak akan pernah sampai ke tujuan tersebut. Sayangnya seringkali kita tidak menyadari bahwa tangan Tuhanlah yang sedang menenun kita saat kita sedang mengalami penderitaan. Seringkali yang kita lihat hanyalah penderitaan dan rasa sakit akibat salib itu. Padahal tanganNya sedang merenda sebuah karya yang agung mulia.


 


Beban salib akan terasa ringan bila kita memiliki kerelaan untuk menerimanya. Terimalah dengan rela seperti dari Allah sendiri saat salib sedang ditimpakan dalam hidup kita. Segera serahkan diri kita kepada Allah; semakin cepat kita menyerah semakin cepat kita akan meraih kemenangan. Biarlah api pemurnian itu membakar setiap hawa nafsu, kesombongan, kekotoran dan ambisi dari diri kita. Tetaplah sabar dan tabah tatkala sepertinya anda sedang berjalan melewati panasnya api neraka. Melalui penderitaan itu, Tuhan sedang membentuk anda menjadi pria-pria sejati yang akan mengubah dunia ini!


 


Sumber: email forward-an dari Enjie

Sunday, March 25, 2007

My Wonderful Holiday - About Our Father

Hi everyone! Miss me? I miss you all too... (hihihihi... balik-balik langsung belagak kayak orang beken hehehe....). Eh tapi beneran loh selama cuti mudik aku kangen ngeblog 'n browsing, maklum di rumah kan ga ada kompie 'n di Bangkalan ga bisa nge-net hehehe... There're a lot of stories that I wanna share, all is inspiring especially for me hehehe... So here' we go...


First, about my dad... Liburan akhir taun lalu aku ama papaku kan sempet bernada tinggi gitu, liat deh ceritanya di sini. Nah waktu itu aku ngerasa Dia lagi membuka pintu ke arah pemulihan hubunganku ama papaku. So sebelum pulang kampung kali ini aku emang minta ke Dia supaya aku bisa lebih lagi saling terbuka 'n bisa lebih deket lagi ama papaku. And He granted my wish ^_^ Ada beberapa kejadian manis between me and him... ^_^ Aku dan papaku jadi lebih banyak saling cerita kali ini... Aku juga ceritain tentang hal yang mungkin jarang banget diobrolin antara anak 'n papanya, masalah romance hehehe... Dan ternyata dari situlah aku jadi tau gimana pandangan-pandangan dia, tentang cowok, tentang komitmen, tentang gimana dia bakal bersikap kalo ntar aku dah merit, dia juga cerita tentang temennya, wuah pokoknya top banget deh hehehe... aku jadi semakin kagum ama dia... I feel that I'm so lucky to have him as my father...


Dari hubunganku yang membaik ama papaku, God membukakan hal ini juga ke aku. Bahwa semakin kita deket ama God, it's naturally kita juga growing closer with our earthly father... Semakin kita mengenal dan respek ke Dia as our Heavenly Father, naturally we want to get to know and have more respect to our father in earth... 


Gimanapun bobroknya (ni kalo mo ekstrim yah...) papa dunia kita, walopun papa dunia kita ga kenal God (ini dalam arti yang sebenernya loh... status "kristen" ga menjamin seseorang itu udah bener-bener mengenal Tuhan), but it's not something impossible to reconcile and grow closer with our earthly father... selama kita juga melibatkan Papa kita yang satunya lagi ^_^ ... Coz kalo perubahan itu menyangkut seseorang, maka perubahan itu jelas-jelas membutuhkan kuasaNya. Bagian kita adalah make the first move, jadi teladan, 'n mendoakan mereka, coz kita-lah yang mengenal Tuhan lebih dulu. Kita dan Dia harus bekerja sama untuk ini. Hanya Dia yang bisa menyentuh bagian terdalam dari setiap orang, dan perubahan yang sejati hanya bisa terjadi sebagai hasil dari pekerjaan Roh Kudus. Perubahan yang hanya terjadi karena usaha manusia tanpa melibatkan Tuhan hanya bertahan sementara. Dan God mampu melakukan hal-hal yang amazing 'n unpredictable pada seseorang, kalo kita juga melakukan bagian kita:


* Mendoakan papa kita
* Mulai lebih dulu menunjukkan sikap yang seharusnya sesuai peran kita sebagai anak, menghormati dia 'n memperlakukan dia sebagai seorang ayah, sebagai otoritas yang sudah ditempatkan Tuhan di atas kita, bagaimanapun sikap dia.
* Jadi teladan, dan melakukan semuanya dengan hati yang tulus, coz God's love for our father is as big as His love for us
* Kadang hanya hati, kasih, ketekunan, 'n kesabaran yang bisa kita berikan pada papa kita kalau dia tidak mau mendengarkan atau menerima perkataan kita.
There's nothing impossible for God... Don't ever give up... Coz lamanya waktu untuk proses perubahan itu cukup, untuk terjadinya perubahan dalam diri orang yang kita doakan 'n juga untuk terjadinya perubahan dalam diri kita. Coz dalam hubungan antara 2 orang, apapun yang terjadi akan mempengaruhi keduanya, dan Tuhan juga bekerja dalam hubungan itu, untuk memproses papa kita dan kita sendiri dengan cara yang berbeda, tapi pastinya ke arah yang positif hehehe... ASAL... respon kita bener.


Papaku tambah getol aja ngurus taneman... ampe halaman penuh ama pot-pot kecil hehehe... Trus aku juga sempet ngobrol tentang kerjaan (dari obrolan panjang kita, aku jadi tau kalo kita ternyata se-paham, ga se-beda seperti yang aku kira sebelumnya, 'n dia dukung aku), ngajarin dia fitur-fitur di ha-penya, 'n kalo kita berdua ngobrol tuh udah lumayan enak, ga se-canggung kayak dulu... Trus ada juga kejadian manis 'n lucu antara aku 'n papaku hehehe... Dia beli coklat silverqueen item 'n putih buat aku ^_^ hihihi... trus waktu kemaren di bandara mau pisahan, aku kan mo cipika cipiki ama dia, dia bilang, "Diliatin orang Fi..." Aku terus aja nyosor sambil bilang, "Biarin.." hehehehe... I love my dad... ^_^


Selaen papaku, aku juga ketemuan 'n ngobrol ama ko Lung-lung 'n ce Iin (istrinya ko Lung-lung). Ko Lung-lung ini koko rohaniku dari dulu sejak aku Kristen, ya udah aku anggep kayak koko sendiri juga. Ada beberapa hal yang kita obrolin, tentang romance (yang bikin aku netapin satu sikap buat jaga hati... coz aku ga mau terlalu lama ngejalanin sesuatu yang ga jelas arahnya ke mana, atau ikutan "ngambang" ama orang yang belum tau apa yang dia mau... dan menyerahkan hal-hal yang aku ga tau ke Dia...), tentang keuangan, 'n tentang rencana ko Lung buat bikin website.


Yang terakhir ini bikin aku semangat... coz aku punya rencana balik ke Surabaya kan... Pertengahan tahun lalu aku emang doa ama Dia, aku minta siy tahun 2007 aku harus udah tau apakah aku mo balik Surabaya (coz aku anak tunggal 'n I have to think about my parents, selaen beberapa hal penting laennya) atau stay for a longer time here... (lihat tulisanku tahun lalu di sini) and aku bilang kalo misalnya ga ada interupsi khusus (such as, ketemu PH di sini atau hal-hal laen yang krusial buat masa depanku), aku bakal balik Surabaya aja, kerja di sana, jadi ga jauh-jauh amat ama keluargaku. Nah ternyata ini ada 2 pintu yang dibuka... Emang siy keduanya masih kemungkinan ke depan, so aku liat dulu aja sambil doain 'n sambil mempersiapkan diriku for my next step... Yang pertama website yang mau dibuat ko Lung-lung itu, dia mah mau-mau aja kalo aku yang urus. Trus yang kedua, ternyata ada Melisa (salah satu temen sekomsel di Surabaya) yang kerjanya juga jadi WebContent. Waw, ternyata ada juga kerjaan WebContent di Surabaya? Aku langsung contact Melisa 'n janjian ketemu buat ngobrol 'n nanya-nanya. Ternyata dia bikin artikel inggris coz dia WebContent buat website LN, tapi bosnya masih punya website-website laen. Nah karna sekarang bosnya lagi ke LN, kalo dah pulang ntar Melisa mo nanyain apa masih ada lowongan di tempat kerjanya. So aku nunggu kabar dari dia juga...


Jujur siy kalo bisa aku pengennya CBN buka cabang jawaban.com di Surabaya huehehe... ngayal abis hehehe... Abis lebih enak di sini kerjaannya, bisa free internet. Kalo di tempat kerja Melisa mah ga boleh buka website yang ga ada hubungannya ama kerjaan. Melisa pernah pas boring buka friendster, eh langsung ditegur... Trus ya yang jelas ga bisa chatting kali... Yah garing banget hehehe... Secara aku dah kebiasaan online tiap hari, dari pagi sampe pulang kantor huehehe.... Tapi masih bisa diakalin siy, aku kan bisa langganan internet di kos jadi tetep bisa ngeblog 'n browsing... So... sementara ini siy aku masih doain 'n juga nunggu kabar... Dan yang terpikir ya kalo emang rencanaNya 'n waktunya udah tepat, kayaknya aku bakal balik ke Surabaya. Tapi kalo Dia ada rencana laen ya ga tau lagi... Sementara ini aku jalani 'n persiapin aja sebaek mungkin... learn as much as possible 'n live fully...


Trus aku juga sempet nonton Oprah Winfrey Show 2 kali di Metro TV (kalo ga libur mana bisa nonton hehehe) and semuanya inspirational banget buat aku. Maybe kalo sempet aku bakal tulis di blog laen waktu yah...


Dalam satu hal, Dia juga bukain satu kebenaran ke aku... bahwa nilai diriku ga ada hubungannya dengan pikiran orang tentang aku. Dia pernah mengalami hal yang sama, dimana orang menjadikan Dia sebagai pilihan, orang "menempatkan" Dia di posisi yang setara ama mamon. Dan banyak orang yang juga menjadikan Dia sebagai pilihan, pilih Tuhan atau harta (seperti kisah pemuda kaya yang mau ikut Yesus... waktu Yesus menyuruh dia menjual semua hartanya dan mengikuti Dia, pemuda itu memilih untuk meninggalkan Yesus 'n tetap memiliki hartanya), pilih Tuhan atau allah lain, dll.... Padahal udah jelas-jelas Dia itu The One 'n ga ada yang punya kuasa seperti Dia. Nah dari situ Dia bilang ke aku bahwa aku nggak seharusnya memusingkan itu. Dia dan aku tahu dengan pasti bahwa aku unik, nggak ada yang kayak aku. Kalopun ada orang yang menjadikan aku sebagai pilihan, itu masalah orang itu sendiri, it has nothing to do with the value of myself. Sama seperti orang yang menjadikan Dia pilihan, ada konsekuensi dari pilihan yang dia buat. Ada keuntungan kalo dia milih Yesus, tapi kalo ga milih Yesus ya rugi hehehe... Dia mah tetep move on coz Dia punya destiny yang jelas...


Di malam terakhir aku di rumah... Ada cowok yang tidur seranjang ama aku, berbaring dengan manisnya di sebelah kakiku hehehe... malam perpisahan... Hehehe... Ah pokoknya mudik kali ini wonderful bangettttt... bener-bener waktu untuk istirahat, pemulihan hubungan, recharge passion, waw.... Thank You very bery much God... ^_^       

Friday, March 16, 2007

I'm Going Home...

Besok malem aku bakal pulang ke Bangkalan huehehehe....

Naek Air Asia
- Berangkat ke Surabaya Sabtu 17 Maret 2007 dengan nomor penerbangan QZ-7218 jam 20:35, nyampe di Surabaya jam 21:55
- Balik ke Jakarta Minggu 25 Maret 2007 dengan nomor penerbangan QZ-7211 jam 14:45, nyampe di Jakarta jam 16:00.

Buat yang pesen oleh-oleh kali ini ga ada oleh-oleh hehehe... Selaen karna aku lagi sendirian (jalan sendiri) jadi males bawa banyak bawaan (resiko), juga karna pengeluaran bulan ini dah banyak banget hehehe...

Home... I'll be home tomorrow... I'm coming back home... 

Thursday, March 15, 2007

Tentang Si Dia...

Berawal dari chatting ama salah satu temenku, topik ini muncul...


Dari pengalamanku sendiri dan juga dari pengalaman beberapa orang yang aku kenal, menjaga hati dalam romance itu ga gampang. Kalo aku ibaratin tuh tingkat kesulitannya mirip kayak orang di sirkus yang berjalan melintasi seutas tali kecil untuk sampai ke seberang, dia harus mempertahankan dan menjaga keseimbangannya dengan sangat hati-hati supaya dia tidak terjatuh. Kenapa ga gampang? Coz ini menyangkut feeling dan ego, bukan hanya logika. Hehehe... yap, ego...


Kadang sekali kita ngerasa nyambung banget 'n suka ama seseorang, tanpa sadar kita berpikiran kalo dia itu "punya" kita, atau kita berpikiran dia adalah calon pasangan kita. Padahal tidak ada jaminan pasti bahwa sebuah proses perkenalan satu sama lain atau pertemanan itu akan mengarah kepada komitmen pernikahan. Tidak ada jaminan pasti bahwa kita dan dia memang akan bersatu. Kita harus berjalan step by step dalam proses itu untuk akhirnya mengetahui dengan pasti apakah kita dan dia memang pasangan hidup.


The real truth is... kita ini kepunyaanNya... Orang itu juga kepunyaanNya... Hanya Dia yang tahu apakah kita dan seseorang ini sepadan atau enggak. Hanya Dia yang tahu apa yang terbaik bagi kita, dan hanya Dia yang tahu apa yang terbaik bagi orang itu. Hanya rencana Tuhan yang terbaik bagi kita, bukan rencana orang lain, dan hanya rencana Tuhan yang terbaik bagi orang itu, bukan rencana kita...


Karena kita sudah merasa bahwa kita "memiliki" seseorang ini, kita bakal ngerasa sakit banget kalo pada satu waktu akhirnya kita harus menerima kenyataan bahwa kita nggak jadian ama dia. Satu penyebab yang simple banget, bahkan seringkali ga kita sadari, tapi efeknya bisa "melumpuhkan" hati kita sampai kita benar-benar pulih...


Aku sendiri juga jadi nyadar... salah satu cara menjaga hati adalah dengan mengetahui dan menanamkan kebenaran ini. Bahwa masing-masing baik kita maupun someone special itu adalah kepunyaanNya... Sehingga kalau misalnya nanti kita nggak jadian ama orang itu, kita bakal lebih mudah menerimanya karena kita tahu bahwa ternyata Tuhan punya rencana yang berbeda dari yang kita duga sebelumnya. Kita bisa let go and move on dengan lebih gampang karena kita tidak menahan beban yang seharusnya bukan menjadi tanggung jawab kita. Itu tanggung jawabNya... coz He is the Creator of each person and the Owner of their life...

Kompieku Sembuh ^.^

Jadi gini ceritanya... Hari Senen malem pulang kantor kan aku lagi pengen nonton DVD di kos. Pas aku abis nyalain stavol, otomatis monitor 'n printer nyala, nah pas aku mo nyalain CPU, ada suara ledakan kecil 'n CPUnya ga nyala. Waduh aku pikir knapa lagi ini kompie... Aku dah mikir aku kudu panggil orang lagi dari Silvana Komputer, which is lebih mahal daripada aku sendiri yang bawa CPUnya ke mereka. Trus aku juga mikir apa ntar aku manggil orangnya setelah aku balik dari mudik aja yah? Soalnya Sabtu kan aku dah mudik, takutnya perbaikannya lama 'n baru kelar pas aku lagi mudik... Pertamanya sempet siy mikir apa aku minta tolong Miss Tiffany (yang punya kos) nganterin aku bawa CPU ke Silvana Komputer yah... cuman aku ga enak coz kesannya kan kayak dia nganterin aku doang gitu, kayak supir... Wah pokoknya kayaknya mikirnya ribet deh hehehe...


Nah Selasa siang aku coba telpon Silvana Komputer, ternyata kalo manggil orang ke rumah kena 100 rebu, kalo dibawa ke sana kena 50 rebu. Buset bedanya jauh amir... emang biaya transport doang nyampe 50 rebu yah? Hhh... aku masih belon mutusin waktu itu siy... Cuman mikir ya udah kayaknya kudu panggil orang ke kos deh... tapi masih mikir ga rela juga hehehe... abis 100 rebu itu kan belon termasuk uang yang harus aku keluarin lagi kalo ternyata ada yang rusak 'n ada yang harus aku ganti (beli baru). Selasa di kantor itu aku YM Enjie 'n Mulya, tanya kalo kira-kira yang terjadi kayak gitu tuh apanya yang rusak. Mereka siy duganya sama, paling power supply-nya yang rusak 'n kudu beli baru. 


Rabu siang, akhirnya aku mutusin mo coba tanya dulu ke Miss Tiffany, aku sms dia nanya hari ini dia pulang ke kos jam berapa, 'n bisa nganterin aku ke Silvana Komputer ga... Ternyata dia bisa... 'n jam 3 siang dia dah pulang ke kos. So ya udah aku ijin ke kak Nael 'n pak Suwandi buat pulang bentar nganter CPU buat diperbaiki, abis itu aku balik ke kantor lagi. Ternyata pas aku minta ijin ke pak Suwandi itu yang laen kan pada denger, nah David (programmer baru di IT) nawarin biar dia yang ngecekin CPUku. Soalnya dia bilang takutnya kalo dibawa ke service komputer gitu orangnya nipu, bilang power supply 'n motherboardnya rusak supaya aku beli motherboard baru juga, padahal benernya yang perlu diganti cuman power supply-nya doang. ^.^ Lumayan ada yang nolongin... jadi paling ga aku ga bakal kena tepu hehehe....


Jadinya aku pulang ke kos 'n bilang ke Miss Tiffany kalo aku minta dianterin ke kantor lagi aja ga jadi ke Silvana Komputer soalnya ada orang seruangan yang bisa ngecek. Ya udah akhirnya aku bawa CPU ke kantor. David ngetest 'n ternyata emang beneran yang rusak 'n yang mesti diganti itu power supply-nya. Waktu aku nanya kira-kira beli power supply baru yang merknya apa, kak Denny (programmer IT) nyaranin pesen di supplier komputer kantor aja (nama supliernya "Osher"). Kak Denny yang telpon contact personnya "Osher" nanya power supply, harganya 150 rebu, itu udah diskon, kalo harga asli 200 rebu, emang bagus siy soalnya merk simbada. Jadi udah deal kan, trus kak Denny nanya kapan ke CBN, eh ternyata dia besokannya emang mo ke kantor (Kamis kemaren). Wih ^.^ seneng banget hehehe...


Beneran, Kamis kemaren "Osher" dateng bawain power supply baru. David masangin power supply baru itu ke CPUku... trus di test dulu pake monitor kantor mumpung orang "Osher"nya masih ada. Ternyata bisa... Akhirnya beres juga sebelom aku mudik hehehe... Trus tadi pagi Miss Tiffany anterin aku ke kantor buat ngambil CPU, trus balik ke kos. Dah aku coba nyalain 'n bisa. Hehehehehehe.... Ternyata semuanya beres sebelom aku mudik hehehe... Jadi mudiknya kan tenang, ga ada beban hehehe... Males soalnya kalo nunda-nunda kerjaan.. 


Thanx God... Thank You so much hehehe....      

Wednesday, March 14, 2007

God... You Did It Again...

Smile again... Cheer up again... ^.^


Sebelum aku turun ke bawah buat makan siang di kantin kantor, suasana hatiku masih mellow, walopun udah mulai membaik... Karna aku turun makannya telat (padahal sebelonnya dah janjian mo makan bareng ama Dewis - researcher), jadinya aku duduk makan di satu meja sendirian, Dewis udah gabung makan ama yang laen. Aku pikir ya udahlah aku makan cepet-cepet aja trus naek ke atas lagi... (a little secret, I don't like to be seen alone hehehe...). Eh ternyata pas tengah-tengah aku makan, Yessie baru aja bawa piring mo makan, dia akhirnya duduk semeja ama aku. Ada beberapa orang juga yang akhirnya ikut nimbrung di meja 'n ngobrol becanda gitulah...


Setelah orang-orang semeja Dewis bubar, baru deh Dewis gabung di meja kita, 'n akhirnya formasi mejaku yang terakhir dari mulai Dewis gabung sampe bubar itu aku, Yessie, Dewis 'n Victor. Dewis nanya apa Yessie dah cerita ke aku atau belon, tentang satu hal. Akhirnya Yessie jadi cerita 'n minta pertimbangan aku 'n Dewis. Our conversation was quite inspirational, yea mostly for me... Coz aku jadi bilang kalo bidangku punya power tersendiri, bidang Dewis juga punya power tersendiri. Itu cuman tergantung (balik lagi) ke panggilan masing-masing. Coz kalo emang orang itu punya potensi di satu bidang, walopun setiap bidang itu punya tantangan atau kesulitannya sendiri-sendiri, tapi orang itu pasti bisa enjoy di situ 'n semakin lama potensinya bakal makin terasah


Trus Dewis bilang kalo dia orangnya emang suka jalan ke mana-mana 'n seneng kenalan ama orang-orang baru, yang ngedukung bidangnya sebagai researcher. Aku nyambung bilang, kalo aku mah orangnya ga gitu suka jalan 'n kenalan ama orang baru sampe gimana gitu. Aku juga bilang kalo dari karakter atau dari gayanya aja udah keliatan. Dewis yang researcher tu seneng menggali cerita orang laen (kita bertiga langsung ngakak bareng hehehe... Soalnya emang Dewis banget tuh hehehe...), dia kan sering nyuruh orang laen cerita ke dia gitu hehehe... cerita rahasia lah, cerita love story lah... hehehe.... Nah kalo aku kan senengnya mengamati, menyerap, ntar jadi deh satu tulisan hehehe... (gue banget kan hihihi....). Jadi emang kayaknya Dewis ama aku tuh dah klop ada di bidang kita masing-masing. And kita encourage Yessie yang harus memilih. Ntar sore kayaknya Yessie mo ngobrol ama aku...


Nggak lama setelah itu kita bubar coz dah lewat jam makan siang. Dan tiba-tiba aja aku ngerasa bersemangat, I feel that passion... ^.^ Dunno why... I think that's becoz of the "share" thing, the "becanda" thing, and the "saling" thing... hehehe... God, You did it again... ^.^ Pasti deh, setiap aku ngerasa down, terasing, mellow abiez... eh dalam sekejap aja You make something that turns my passion again... make me laugh, make me happy, ... It's like You just tick Your fingers and my world changes... Lagi-lagi Kau, Tuhan... ^.^ Thank Youwww.... ^.^ 

Tuesday, March 13, 2007

The Gift Of A Friend

Kadang hal-hal yang baik datang lewat hal-hal yang kurang baik... Kadang seorang teman menemukan kita (atau kita menemukan teman, atau mungkin kita saling menemukan satu sama lain) lewat satu peristiwa dan satu orang yang ternyata hanya menjadi perantara agar kita bertemu... Kadang kita melihat satu anugrahNya setelah kita melewati satu kekecewaan dan keraguan... CaraNya memang seringkali tidak terduga, tapi tetap indah...


Dalam setiap kejadian, selalu ada hadiah di balik hal-hal yang kelihatannya tidak sempurna, hal-hal yang menyebabkan kita patah semangat, takut, atau sedih... Dan kali ini hadiah itu adalah seorang teman... Bahkan bukan hanya seorang... ^.^


Thank you... (you know who you are) for our conversations... for our time together... for the words you said... for your care... for sharing each other about our life... That's one thing that missing from my life...


He knows that we can't live alone by ourselves... That's why I can tell that one of His precious gift is a friend...

Monday, March 12, 2007

Pulang...

Satu kata yang sarat makna
Sepijar warna emosi tertoreh di sana
Satu kerinduan untuk kembali menapak tanah
Setelah sekian lama tak menjejak


Satu tempat peristirahatan
Dimana aku bisa bertemu kembali
Dengan wajah-wajah penuh cinta
Dengan ketulusan yang hangat


Kadang kala hati terasa galau
Hanya "pulang" yang terlintas di benak ini
Kadang saat perasaan remuk redam
Sepertinya "pulang" adalah obat yang redakan sakitnya


Beberapa musim bagai berjalan sendiri
Walau di tengah keramaian
Namun terasa sepi
Ini bukan hanya rindu.. bukan hanya keinginan


Kadang terpikir "rumah"ku juga sudah berubah
Seperti aku yang sudah berubah
Setiap kali "pulang" terasa berbeda
Sisakan tanya seiring waktu yang terus berjalan


Mungkin "pulang" yang kurindukan hanya sebuah imaji
Mungkin sesungguhnya aku hanya ingin lari
Kembali ke pelukan sosok-sosok terkasih
Yang sudah lama kukenal


Tak ingin terasing
Tak ingin menjaga jarak
Namun entah kenapa
Di sini yang terjadi adalah sebaliknya


Hanya ingin merasakan aman
Hanya ingin bebas menjadi seutuhnya
Berbagi hidup dan melakukan "saling"
Seperti manisnya rasa "pulang"...

Sunday, March 11, 2007

Am I Doing Wrong?

Sometimes I just wanna be a "regular" person, not a person who has (if I may say) high "degree" in a certain community... Coz that "degree" is like a burden to me, especially when there's a real event from this community. With a "degree" like mine, I often feels that people have too big hopes on me... big hopes that I think I can't fulfill...


This morning there's someone said that I shouldn't do something that I've done. I can understand his point of view and his (and maybe other's) disappointments on my past action... But I've arranged that plan with my friend long time before, I just can't suddenly cancelled it. Okay... Maybe the point is not about it... The reality is I just wanna be a "regular" person...


Am I doing wrong becoz I just wanna be free? Coz in this community I can't be myself... becoz of that "burden"... I can't express what I feel and what I thought freely... I can't have fun like when I'm with people outside this community... Am I being self-centered? I just wanna have casual friends where I can be myself... where I can just blend in and communicate without any "burden"... Coz in this place I really wish for a second "family"... since I don't have any family or relatives... Am I doing wrong? Is it wrong to have a wish like that?       


Sure, I will help and I will still be in this community... I just poured out what I thought and felt... Hhhh... Ciayo Fay....   

Wednesday, March 7, 2007

Are You One of The Onlinerz?

Aku sebut "the onlinerz" buat orang-orang yang eksistensinya lebih dikenal di dunia maya ketimbang di dunia nyata. Kenapa aku ngebahasi ini? Umm... Coz... lately I realized maybe I am one of the onlinerz hehehe... Sempet mikir juga ni wajar gak yah hehe...


Ciri-cirinya:
- Lebih banyak temen online ketimbang temen jalan
- Lebih sering cuap-cuap di dunia maya (di blog, di forum, di Yahoo Messenger, di Friendster) daripada di dunia nyata
- Lebih banyak menghasilkan karya dan lebih dikenal di dunia maya 


Sementara itu dulu deh hehe... Soalnya "the onlinerz" yang aku maksud ini ga termasuk para gamerz online. Tapi punya resiko yang sama besar kalo porsinya berlebihan.


Kecanggihan teknologi bikin kita secara otomatis punya kehidupan di 2 dunia, dunia maya 'n dunia nyata. Hari gini gitu loh, interaksi di dunia nyata aja ga cukup coz kita tambah sibuk, dan kita ga bisa mengesampingkan juga kenyataan bahwa kita ini makhluk sosial yang butuh kehidupan bersosialisasi. Satu-satunya alternatif untuk tetap bisa berkomunikasi dengan dunia luar ya lewat dunia maya. Walopun tidak dipungkiri ada kemungkinan yang besar bahwa di dunia maya ada identitas-identitas orang yang tidak real atau hasil rekaan aja.


Aku sendiri mengakui kalo aku salah satu the onlinerz, coz ciri-ciri itu gue banget hehehe... Dan aku rasa ga cuman aku doang yang jadi the onlinerz jaman-jaman sekarang ini. Nggak ada yang salah dengan menjadi the onlinerz, tapi kita perlu check and re-check apakah kita masih menjalani 2 dunia ini dengan seimbang atau terlalu berlebihan di dunia maya. Coz dunia maya seharusnya hanya menjadi "add on" atau pelengkap dari dunia nyata, sedang kehidupan kita yang utama ya of course di dunia nyata. Aktivitas-aktivitas di dunia maya adalah untuk mendukung dan melengkapi apa yang tidak bisa kita lakukan di dunia nyata dengan berbagai keterbatasan yang ada.  


Are you one of "the onlinerz" too? Keep the balance okay? Hehehe...   

Tuesday, March 6, 2007

"You Are Safe..."

Satu waktu, aku pernah memikirkan tentang satu hal... about one thing called relationship... Kadang kegagalan di masa lalu bisa membuat kita takut untuk menjalani hal yang terlihat hampir serupa pada awalnya... Kadang kegagalan untuk mengenali dan menilai integritas seseorang di masa lalu membuat kita ragu dan bertanya, apakah kali ini kita sudah melakukannya dengan benar? Bukan saja meragukan orang lain, namun kita juga jadi meragukan kemampuan diri kita sendiri untuk mengenali dan menilai orang itu...


Memang kita sudah belajar dari pengalaman buruk di masa lalu, namun kadang kita merasa takut... Dan kita jelas-jelas tidak menginginkan pengulangan rasa kecewa dan sakit yang sama...


At one point I prayed to Him... I said that I'm scared.. I don't wanna have the same disappointments and that pain again.. Even though I have learned from my past mistakes and I've known much more truth about this thing, but still... only Him that can guarantee my safety... and only Him who knows everything deeply, about me, about the person, and about His plan upon my life... Then He reminded me one thing that had happened in my childhood...


Waktu aku masih TK, aku pernah diundang ke rumah temen buat ngerayain pesta ultahnya. Waktu berangkat, papaku udah wanti-wanti aku ntar pulangnya dia jemput, jangan mau ikut orang yang ga aku kenal. Aku ngangguk aja. Nah pas waktunya pulang, aku belon liat papaku jemput. Anak-anak laen udah pada pulang dijemput satu-persatu. Tiba-tiba aku diangkat (waktu itu masih kecil yah hehehe... jadi enteng kali) ama satu tukang becak langganan temenku. Aku udah biasa ngeliat tukang becak itu, pernah juga naek becaknya dia. Ternyata tukang becak ini mau nganter temenku itu sama pembantunya yang jemput dia, aku didudukin bareng mereka. Waktu itu siy aku ga protes, aku pikir kali-kali pembantunya temenku ini (aku juga kenal ama pembantunya temenku) kasian ngeliat aku ga dijemput jadinya aku mau dianter pulang bareng naek becak. Ternyata mereka dianterin duluan, dan tinggal aku sendirian.


Becak ini memang mengarah ke rumahku, tapi pas di perempatan, becak ini mau lurus terus, bukannya belok kanan ke rumahku. Rumahku pas di belokan perempatan. Dan tepat pada saat itu juga, waktu becaknya mau terus jalan lurus 'n aku mau bilang ke pak becaknya supaya belok kanan (walopun aku heran coz tukang becak itu udah tau rumahku dimana), papaku pas baru mau jalan naek sepedanya 'n ngeliat aku di becak itu. Papaku langsung minta tukang becak itu menepi 'n nurunin aku. Aku lupa apa yang diomongin antara papaku 'n tukang becak itu. Yang aku inget, setelah masuk rumah, papa 'n mamaku nasehatin aku supaya ga ngulangin itu lagi, kayaknya tukang becak itu emang beneran mau menculik aku coz setelah itu aku baru tau kalo ternyata pak becak itu bukan orang baek-baek. Papaku ngomong, "Kan papi udah bilang nanti dijemput, jangan mau ikut orang yang gak dikenal..." Waktu itu aku mau protes coz sebenernya aku 'n tukang becak itu udah sama-sama tau, bukannya orang yang ga dikenal sama sekali, tapi aku cuman terdiam... Dalam hati aku tau kata-kata papaku itu bener...


Kalo dipikir-pikir, serem juga yah... Waktu itu mungkin pikiranku masih polos, masih ga membayangkan hal-hal buruk yang mungkin aja terjadi kalo seandainya waktu itu papaku ga papasan ama tukang becak yang bawa aku... 


Dan lewat ingatan ini, Dia meyakinkan aku bahwa aku aman dalam pandanganNya... Dia seperti papaku yang menjagai aku waktu itu. Dia nggak akan membiarkan aku terbawa ke dalam hubungan-hubungan yang salah, selama aku tetap berada dalam FirmanNya dan menjaga diriku dalam batasan-batasan yang Dia buat. Karna batasan-batasan itu dibuat bukan untuk mengekang kita, tapi untuk menjagai kita agar kita tetap aman, untuk menjagai kita dari bahaya, dari motivasi-motivasi yang tidak murni dan licik...


"As long as you're with Me, you are safe..."    


Thank You God... ^.^

Thursday, March 1, 2007

Tentang Perpisahan

Belakangan ini banyak banget perpisahan yang terjadi... atau yang mungkin bakal terjadi... Mulai dari yang kemaren aku tulis (Rade yang udah resign dari kantorku), hari ini, juga yang bakal menyusul, Rianty bakal resign dari kantor juga karna satu dan laen hal yang ga bisa diceritain soalnya rada private... Kezia... and maybe... kak Prima...


Hari ini all staff chappel, yang pada mau resign dari kantor maju ke depan, ngucapin salam terakhir ama didoain juga... Total ada 5 orang yang keluar... Yah memang ga ada satupun dari antara mereka yang aku kenal deket siy... Kalo kenal deket pasti nyesek hehehe... Tadi aja waktu mereka satu-satu pada ngucapin salam perpisahan 'n didoain aku nahan nangis... Apalagi kalo kenal deket... Sempet juga kepikir kata-kata perpisahan apa yang bakal aku ucapin kalo ntar dah tiba waktunya aku juga keluar dari sini hehehe...


Satu hal yang bikin aku sendiri kaget tadi pagi... Waktu perjalanan ke kantor 'n mikir tentang perpisahan-perpisahan yang udah terjadi 'n yang bakal terjadi... trus aku sempet liat 2 orang kantor (yang emang bersahabat) yang lagi foto pake ha-pe (coz salah satunya bakal resign)... tiba-tiba terlintas pikiran... "Ok, aku ga butuh temen..." Rasanya nyesek aja kalo kamu udah terbuka ama orang, kamu udah klik ama orang itu, udah bisa berbagi hidup (dengan segala warnanya 'n segala rasanya, pada tingkat kedalaman tertentu)... Tapi ada saatnya orang itu pergi meninggalkan kamu....


Beside these farewel 'n good bye things, ada hal yang aku pikirin juga... dan ini mungkin berhubungan dengan sikapku selama ini... Maybe I just don't let anybody close enough to hurt me... Kadang kala aku memilih untuk tidak "merasakan" (maksudku benar-benar merasakan perasaan itu) apa yang aku alami... Dan dari luar mungkin keliatannya aku kayak cuek banget... Apapun yang terjadi ga ngefek sama sekali ke aku... The fact is... I don't wanna feel that sad feeling... That's why I drove myself to be tough, show that I'm just cool... Padahal kalo pas aku lagi sendirian 'n cuman ama Dia, aku pasti nangis 'n numpahin semua ke Dia... I just can't deny that actually I have feeling dan aku udah merasakannya... I just don't want to admit it... 


Pernah waktu aku denger rencana kak Prima (entah jadi atau enggak, ini impian dia buat sekolah ministry di Hillsong) yang bakal resign 'n ke LN buat sekolah ministry... Aku jadi mulai menjauhi dia, bukan putus komunikasi, tapi aku mengurangi kedekatanku ama dia... just for preparation so I wouldn't feel lost her when it's time for her to go... But lama-lama jadi deket lagi hehehe... Dan kali ini sempet terpikir untuk melakukan hal yang sama ke dua orang... dan orang-orang yang juga berhubungan dengan salah satunya... (binun yah hehehe...) but I guess that's not the right thing to do... So I won't do it hehehe...   


I know that everybody has her/his own path and God has a great plan for each person... Include me too... But somehow it still feels sad... Perasaan kehilangan 'n ditinggal...


Aku jadi inget omongan kak Marcel, bahwa orang yang bisa merasakan segala sesuatu (termasuk kesedihan, kekecewaan, kemarahan, kesepian, selain kegembiraan dan semua perasaan bahagia) dalam hidupnya, itu adalah orang yang menikmati hidupnya. Then jadi inget satu Firman... yang intinya ada orang yang kaya banget tapi dia ga bisa menikmati kekayaannya itu, yang menikmati kekayaannya malah orang laen... It means bisa menikmati hidup itu juga salah satu anugrahNya...


So I guess I just need time... and for one another case, I need to guard my heart too... God, I give the key to my heart to You... and guard me... One more thing... teach me how to look people through Your eyes... That's one thing that I still can't understand completely (I mean, how can You do that? You still can see the best in each person and still care for them, although You know they're gonna hurt You... How come? Teach me please...). 


For now... I think I'm gonna learn to enjoy what I have today... everything I have, include the people... Coz for everything there's a season... and every season is different, and each person's season maybe doesn't have the same length... That's the fact... and at the end... it's just about us and Him, it's all about Him...