Monday, April 30, 2007

Time For A Decission

Dari luar semua terlihat baik-baik saja
Mata hanya mampu melihat permukaan
Hanya Dia yang dapat selami
Rasa dan pikiran di kedalaman hati

Tuhan...

Kau yang selama ini bersamaku
Pimpin aku untuk membuat keputusan yang benar
Tuntun langkahku sesuai rancangan awalmu
Karna hidupku milikMu...

Jika ini memang kehendakMu...

Aku berharap bisa melihatMu dalam dirinya
Aku berharap tulus kasihMu ada padanya
Dan aku minta padaMu... ambil ketakutan dan keraguanku
Gantikan dengan damai sejahteraMu...

Tuhan...

JanjiMu kupegang erat-erat
Karna cintaMu telah terbukti
Musim berganti namun diriku tetap milikMu
Jangan pernah lepaskanku sendiri...

Karna tanpaMu pelitaku padam
Hanya denganMu nafasku menyambung
Genggam tanganku dengan hangatMu
Agar ku tetap maju dan tinggalkan jejak abadi... bersamaMu

Inikah Alasan Mengapa Kamu Tetap Bekerja?

JAWABAN.com - Pada bulan September 2005, Bill Gates dan Warren Buffet, dua orang terkaya AS dan terkaya di dunia, duduk bersama para mahasiswa Universitas Nebraska. Disana mereka diberondong pertanyaan dari para siswa dimana disini dua orang kaya ini menunjukkan sikap terbuka akan tanggung jawab mereka untuk menggunakan kekayaan demi tujuan memperbaiki dunia.

Istri saya, Joanne sedang pergi minggu ini dan saya memakai kejadian langka ini untuk menonton TV sementara saya makan malam. Saya lalu menonton program TV ulangan tayangan mereka dan saya tersentak oleh energi, intelegensi, keterbukaan, integritas dan karakter membumi yang mereka (Bill Gates dan Warren Buffet) tunjukkan. Sementara mereka bisa saja dengan mudah memakai kemakmuran yang luar biasa besar untuk menyambut kehidupan yang mahal dan royal, gaya hidup komsumtif, namun sebaliknya, mereka kelihatannya menjadi contoh dari apa yang seharusnya terjadi ketika uang tidak lagi menjadi motivasi utama kehidupan.

Daripada “pensiun” dan tidak melakukan apapun, dua orang yang luar biasa kaya ini secara aktif mengejar pekerjaan yang mereka rasakan penting. Ketika Warren Buffet, pria 77 tahun ditanyai apa yang akan dikerjakan 10 tahun mendatang dari sekarang, dia mengatakan : “Saya akan melakukan persis dengan apa yang saya lakukan sekarang karena saya sekarang melakukan persis apa yang saya sukai”.

Sedang Bill Gates khusus menghabiskan 2 minggu dalam setahun agar dirinya dapat focus membaca dan memikirkan berbagai “proposal ide dan gagasan” yang dikirim orang kepadanya. Dia amat berkepentingan mendapatkan “amanat” dari berbagai proposal itu dan tidak ingin kehilangan untuk melihat kesempatan baru.

Seorang muda menanyai Warren Buffet tentang apa pendapatnya tentang sukses. Warren menjawab bahwa dia berpikir sukses itu memiliki banyak orang yang mencintainya ketika ia menjadi semakin berumur. Warren ingin mengatakan bahwa dia telah melihat orang yang membuat banyak uang namun berakhir dengan tidak seorangpun yang mengasihinya.

Orang-orang ini kelihatnya berpikir secara berbeda dibandingkan kebanyakan orang Amerika.

Jika anda benar-benar menemukan pekerjaan yang anda sukai, pensiun menjadi kehilangan maknanya. Jika anda menemukan tujuan dalam pekerjaan anda, uang akhirnya hanya menjadi produk sampingan.


Sumber: www.jawaban.com

Friday, April 27, 2007

IMAGE

Apa yang terbayang di benak kita kalau kita mendengar:
"Mc Donalds"?
"Starbucks"?
"BlueBird"?


Apa yang langsung terlintas dalam pikiran kita adalah image yang kita punya tentang masing-masing nama itu. Walaupun mungkin bervariasi, tapi mungkin kita bisa ambil satu contoh "BlueBird", mayoritas image kita tentang "BlueBird" adalah taxi yang aman.


Image... Jarang kita memikirkan tentang image ini. Padahal tujuan kita diciptakan pada mulanya adalah untuk merefleksikan imageNya (lihat Kejadian 1). Image adalah hal yang sangat penting dan mendasar. Sebegitu pentingnya image sampai-sampai banyak perusahaan besar rela mengeluarkan dana yang luar biasa untuk image building atau membangun imagenya. Image yang bagus selalu menguntungkan, walaupun belum tentu perusahaannya sendiri sudah sebagus image yang mereka tampilkan. Ambil contoh taxi "BlueBird" dan taxi "President". Tidak semua taxi "President" tidak aman, mungkin hanya beberapa saja. Tapi kalau masalah keamanan, kita lebih percaya pada image taxi "BlueBird", padahal pernah juga ada 1 kasus taxi "BlueBird", tapi kasus itu tidak merusak image aman dari taxi "BlueBird", karena BlueBird membangun imagenya dengan kuat.  


Kita adalah image-Nya. Iblis tidak bisa merusak Tuhan, karena itu iblis berusaha merusak image-Nya, kita. Sama seperti suatu perusahaan yang ingin mengalahkan saingannya dengan merusak image saingannya itu. Tuhan menciptakan kita sesuai dengan imageNya supaya kalau kita melihat satu sama lain, kita ingat Dia dan kerajaanNya. Tapi banyak orang yang tidak memikirkan tentang image ini sehingga tujuan itu tidak tercapai. Sama seperti image suatu produk yang ditampilkan di papan billboard, walaupun image itu rusak, kita masih bisa melihat seharusnya image yang utuh atau yang seharusnya itu seperti apa. Yesus ingin imageNya (kita) dipulihkan (lihat Yoh 14). Seperti yang pernah Dia katakan kepada murid-muridNya waktu mereka ingin melihat Bapa, Yesus mengatakan bahwa dengan melihatNya saja mereka sudah mengenal Bapa, karena Dia adalah image Bapa.


Kebanyakan orang Kristen menerima "personal of Jesus" (pribadiNya dan keselamatan yang ditawarkanNya), tapi tidak menerima dan menghidupi "principals of Jesus" (kebenaran-kebenaran FirmanNya). Sebaliknya, kebanyakan orang dunia menolak "personal of Jesus", tapi mereka menerapkan "principals of Jesus". Prinsip-prinsip kebenaranNya seperti "Berilah maka kamu akan diberi", "lakukanlah kepada orang lain apa yang engkau ingin orang lain lakukan kepadamu", dll sudah banyak diterapkan oleh orang-orang dunia. Perlu diingat bahwa prinsip-prinsip kebenaranNya itu berlaku untuk semua orang, bukan hanya untuk orang Kristen, jadi siapapun yang melakukan atau menghidup itu semua, pasti akan menikmati dan menerima hasilnya (terlepas dari apakah mereka mengenalNya atau tidak, terlepas dari apakah mereka diselamatkan atau tidak). Jarang orang Kristen yang benar-benar bersikap serius tentang image ini, karena itu tidak heran kalau gereja tidak punya image yang menarik. 


Image bisa terjadi dengan 2 cara:
- dibentuk dengan sengaja,
- terbentuk dengan sendirinya.
Biasanya image terbentuk dengan sendirinya jika kita tidak terlalu memperhatikan tentang image.


Kira-kira apa image yang muncul di kepala orang waktu mereka mendengar nama kita?  
- bisa dipercaya
- tukang ngutang
- suka gosip
- atau apa?
Kita bisa memperbaiki dan membangun image kita kembali. Pikirkan image seperti apa yang kita ingin melekat di otak orang lain tentang kita, dan juga tentang gereja. Ingat ga Petrus waktu mau menyembuhkan orang, bilang "Lihat kepada kami..." Coz dia tahu bahwa setelah Yesus tidak ada lagi secara fisik di dunia ini, dialah image yang bisa dilihat oleh orang untuk bisa mengenal Yesus.


Cara Untuk Membentuk atau Memperbaiki atau Mengubah Image:
1. Tanyakan pada diri sendiri "Kalau gaya hidup seperti ini yang saya teruskan, akan jadi seperti apa di masa depan?"
    Lihat Efesus 5:15 dan 2Timotius 3
    Kebanyakan orang tidak pernah berhenti sejenak dan berpikir panjang tentang ini. Jika cara ini berlangsung terus-menerus, image apa yang akan terbentuk? Dan apakah kita suka dengan image itu?
2. Selalu berpikir "How can I do this better?" 


Ingat perkataan Yesus tentang garam? Jika kita sebagai garam sudah menjadi tawar, kita bisa saja dibuang... Dalam setiap keadaan, kalau kita selalu memegang 2 prinsip ini, kita akan bisa menjadi imageNya. KerajaanNya juga akan bangga menempatkan kita sebagai seorang wakil atau duta di dunia ini. We are His images... So just be His images!

Wednesday, April 25, 2007

Enjoy The Pain

Huaaaa... asli deh dah pengen teriak dari kapan hari... Bayangin mulai minggu lalu aku radang tenggorokan 'n suaraku ilang. Gimana ga bete, pengen ngomong tapi ga bisa ngomong... Jadi tergantung ama orang juga coz butuh jubir T_T hikz... Paling kalo ngomong pun suaranya cuman bisik-bisik... Ga nyaman banget... Mana pas ga bisa ngomong gini godaan buat ngomongnya banyak banget T_T Dari ketemuan ama temennya temen kantor yang lagi bahas topik seru (jadi ga bisa ikutan nimbrung padahal itu topik menarik banget buat dibahas), ada temen yang pengen curhat jadi ga bisa nanggepin coz ga bisa ngobrol, sampe emang pengen ngobrol aja... Hikz... naseb naseb...


Kemaren dah seharian istirahat total di kos, soalnya Selasa itu selaen radang tenggorokan aku rada diare 'n berasa kayak mo gejala demam. Jadi Selasa malem pulang kantor minta temenin kak Prima ke mall (buat jadi jubir, soalnya kan ga lucu kalo aku ga bisa ngomong stop ama supir angkot 'n ga bisa ngomong pas mo beli obat T_T), beli degirol (tablet hisap buat radang tenggorokan), lo han kuo (teh biasanya buat panas dalem), oatmeal, telur, abon, 'n ...bubur bayi huehehehe... Yang terakhir ini buat tambahan aja... Emang aku kadang kalo lagi pengen tu beli bubur bayi rasa coklat (tapi pengennya jarang banget), na mumpung ini emang kondisinya lagi mendukung, aku beli lagi deh, cuman kali ini nyobain Nutricia (buat 9 bulan ke atas hihihi... aku 9 bulan keatas lebih 24 taun kali huehehehe...) soalnya pilihan rasanya unik, aku beli nutricia sekotak rasa tomat keju italia, sekotak rasa coklat, ama sekotak lagi rasa tim ayam hainam. Pertama nyobain kemaren malem yang rasa tomat keju itali, hmm... enak juga tuh hihihihi...


Kemaren seharian di kos rada boring si benernya, mana aku kan bukan tipe yang enjoy kalo bengong-bengong atau tidur mulu... bawaannya pengen ngapain gitu asal ga diem-diem aja. Tapi berhubung aku kudu istirahat total biar cepet sembuh, yaudah dijabanin deh... Pagi bangun rada nyante-nyante, makan roti ama susu milk... trus nonton DVD sambil nulis diary bentar (untung ada diary... kalo ga mo cuap-cuap dimana coba, wong ga bisa ngomong hehehe...), trus makan siang oatmeal ama telur rebus (bukan telur rebus bulet, tapi telur yang dimasak pake aer, kayak kalo bikin indomie telur gitu) 'n abon (untung ada abon hehehe... kalo ga pake abon ga ada rasanya tuh...). Abis itu bentar laginya tiduran lagi ampe sore... Bangun baca-baca buku trus makan malemnya nutricia hehehe... enak ternyata... jadi ga sabar ntar malem mo makan nutricia lagi hehehe...


Kemaren malem kebangun pas jam 1an subuh... mungkin gara-gara dah kebanyakan tidur jadi rada ga ngantuk gitu. Kan sempet aku cek pulsa simpati, eh ada pengumuman kalo sms sesama simpati dari jam 11 malem sampe jam 7 pagi tu cuman 49 rupiah, jadi deh iseng sms-in temenku di Surabaya ama sms Rade yang juga pake simpati. Eh ternyata mereka juga belon pada tidur hehehe, yang satu lagi ga bisa tidur, yang satu lagi emang baru mo tidur, gayung bersambut dah hehehe... Sms-an bentar, abis gitu udahan hehehe... Ama temenku yang di Surabaya janjian kalo ntar aku dah bisa ngomong kita mo ngobrol pake fren soalnya dia ada cerita panjang hehehe... Oh suaraku cepatlah kembaliiiii... kembali padakuuuu...


Segini dulu dah kisahku "Enjoy The Pain"... Ya namanya juga lagi sakit pasti ga enak banget, sakit apapun juga, cuman aku belajar memilih... Soalnya sempet hari Selasa pagi tu aku rada mellow, ngebayangin coba aku di rumah, bisa makan masakan rumah yang aman, ada yang ngerawat, ini sendirian, gimana kalo harus ke dokter RS, gimana beli obat, gimana de el el coz aku kan ga bisa ngomong butuh jubir, ga enak banget kalo serba tergantung ama orang laen, de es te... Tapi ada pilihan laen 'n aku mulai ngeliat pilihan itu, pilihan untuk belajar enjoy 'n juga menghitung berkat, 'n I started to smile ^.^ hehehe... Jadi bisa liat kalo ada orang-orang yang care ama aku, mulai dari ngedoain, nyaranin minum obat apa aja 'n makan apa aja, nemenin ke klinik OBI, nanyain kabar, nemenin ke mall buat beli obat 'n makanan, sampe bosku di IT (Pak Suwandi) juga nanyain kondisiku pas bales smsku yang minta ijin ga masuk kantor... It's lovely tough, to know that there are people who care about you, rite? Hehehe... Trus enjoy yang laen salah satunya jadi bisa nyobain bubur bayi hehehe... ga nyesel coz ternyata enak juga hehehe...


Ya gitu deh hehehe... Doain yah biar aku cepet sembuh, soalnya asli ga betah banget ga bisa ngomong gini... Maybe dah ada beberapa orang yang mikir aku sombong kali (yang gatau kalo suaraku ilang) soalnya aku ga nyapa-nyapa hehehe... Yea whatever, ga mo musingin itu juga hehehe... Pokoknya pengen cepet sembuhhhhh....    

Monday, April 23, 2007

Wikipedia Indonesia

http://id.wikipedia.org/wiki/Halaman_Utama

Finding Yourself

Do you believe that you are unique?
Do you know that you are the only one?
Do you actually see yourself as a very bery special person?


Jujur dulu jawabanku "enggak"... coz like most of people, I just think that I'm just an ordinary person, just an average person, just a person... yang kadang masih ngerasa minder kalo liat orang laen bisa ngelakuin something yang aku ga bisa, kalo liat orang yang punya karakteristik tertentu yang aku ga punya, kalo liat orang laen diistimewakan 'n disukai banyak orang karna dia punya sesuatu yang aku ga punya... intinya semua itu karna aku ngebandingin diri ama orang lain... yang seharusnya juga pointless coz pada kenyataannya masing-masing dari kita memang Dia ciptain dengan kombinasi unik yang jelas-jelas berbeda antara satu dengan yang lain. Dan tujuanNya emang bukan supaya kita saling membandingkan, tapi supaya saling melengkapi... 


Kadang untuk sebagian orang, ini adalah perjuangan yang membutuhkan waktu lama, khususnya buat orang-orang yang tidak pernah atau kurang menerima input positif tentang keunikan dan kelebihan mereka dari orang-orang terdekat mereka. Selama kita belum memperbarui pikiran kita dan memandang diri kita dari mataNya, sadar atau enggak kita akan tetap mempercayai bahwa kita hanya orang biasa aja, orang rata-rata, atau bahkan orang yang punya banyak sekali kekurangan... and they are all lies... kebohongan yang dijejalkan iblis dalam otak kita agar kita tidak bisa hidup dalam kebenaranNya, agar kita tidak bisa bersinar seperti sebagaimana kita seharusnya (hei, we are all His stars!).


The truth is... no one more than others and no one less than others... Setiap kita mempunyai ciri khas, karakteristik, potensi, bakat, talenta, dan "warna" masing-masing... Saat kita berada di fungsi yang tepat kita pasti tahu bahwa kita memang diciptakan untuk itu. Pernah baca buku "Purpose Driven Life"nya Rick Warren? Yap, that's the basic... Dia menciptakan kita untuk suatu tujuan, seluruh diri kita dibentuk supaya kita bisa berfungsi dengan maksimal untuk tujuan itu, termasuk segala keunikan dan perbedaan kita.


Seperti kaktus, dia sudah diciptakan dengan kondisi dimana dia emang bisa tumbuh dalam waktu lama tanpa air, dan daunnya bisa berubah bentuk menjadi duri (supaya bisa mengurangi penguapan air lewat daun) karena dia dimaksudkan untuk menjadi tumbuhan padang pasir atau daerah yang kering banget, dia dimaksudkan untuk tujuan yang berbeda dari kebanyakan tumbuhan lain yang membutuhkan air untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhannya. Ini satu contoh yang rada ekstrim aja siy, kalo mo beneran buktiin setiap ciptaanNya itu unik browse aja sendiri satu-satu di wikipedia yah hihihi... 


Ini juga berhubungan ama pekerjaan juga siy... I'll tell you my own story... Aku kelas 3 SMA dulu ambil jurusan IPS (aku ga suka fisika, kimia 'n biologi, terutama kimia, gara-gara pelajaran satu itu ada nilai merah di raport, sekali-kalinya seumur idup! Gimana ga bete ama kimia hehehe...), so aku prefer IPS aja, aku lebih suka hafalan daripada hitungan. Kuliah aku ambil jurusan ekonomi akuntansi, coz banyak lapangan kerja di bidang itu, lagian itu bidang yang lumayan umum 'n aman, plus... aku juga bisa, terbukti lulus cumlaude IPK 3,6 (bukannya nyombong, asli aku cuman ngafal 'n nyoba ngerti aja, padahal prinsip-prinsip utamanya ga gitu nempel hehehe, apalagi sekarang dah berapa taun ga megang, dah ilang bersama angin kali hihihi...). But... ada satu titik dimana aku mulai ragu 'n mulai ngerasa kalo aku ga sejalan ama bidang akuntansi. Aku mulai panik coz aku bener-bener ngerasa kalo aku ga enjoy seandainya aku kerja di bidang akuntansi, sedang aku sendiri gatau aku pengen kerja apaan... Tapi justru itulah kesempatan dimana aku bener-bener jadi nanya ke Dia, sebenernya apa rencanaNya atas aku, apa bidangku, dimana "tempat"ku,... 'n yang ada di benakku waktu itu cuman bidang media, walo aku sendiri belon terlalu jelas bidang spesifiknya apa.


Ko Lung yang pertama kali nyodorin ide gimana kalo aku ikut Basic Training di CBN, coz ada pelajaran bikin skenario juga 'n dia tau aku suka nulis. So, setelah beberapa bulan penuh doa, kebimbangan, peneguhan 'n masa-masa stress mempertimbangkan semuanya,... (ceritanya panjang niy, jadi satu buku diary hehehe...yea however, leave people that you love and leave everything that you've known to be a stranger in a far away place is not an easy choice to do) akhirnya aku mutusin buat pergi ke Lippo Cikarang. But somehow, there's a strange feeling yang bikin aku ngerasa kalo kayaknya aku bakal lama di sini, bukan cuman 3 bulan training seperti perkiraan banyak orang... So aku jalanin... kadang masih dengan kebingungan juga... Then aku coba magang di Dept. Produksi, which is juga ga bertahan lama (yang ini juga ceritanya panjang hehehe... yang mo tau tanya aja langsung yah hehehe...), sampe akhirnya tibalah aku di departemen IT, jadi WebContent di jawaban.com 'n gabung di forumnya... Finally I feel that this is where I belong!


Writing has been my passion 'n it's getting stronger here hehehe... Gimana ga, kerjaan nulis eh masih ngeblog juga hehehe... Ya, that's me, Dia udah nyiptain aku dengan keunikan dan passion tertentu untuk tujuan tertentu... Orang-orang yang bilang kerjaan ini "aku banget" udah banyak hehehe... Sampe saat ini aku bersyukur banget Dia pimpin aku, coz I know this is a process, saat dimana aku mulai menemukan "jalur"ku dan mulai berjalan di track yang seharusnya itu baru permulaan... Masih ada jalan di depan yang aku ga tau persis bakal kayak apa, but at least I'm in His spesific path. I've already know that God use me through my writings... dan itu bikin aku jadi tau gimana caranya aku bisa ngembangin diri, nambah pengetahuan, dll... Jadi usaha-usaha yang aku lakuin udah punya arah yang jelas, ga blur lagi. Bidang media, lewat tulisan ^.^


Cuman ini yang perlu diinget, jangan pernah membatasi Dia dengan pemikiran kita... Coz kalo Dia menciptakan kita untuk satu tujuan yang spesifik, Dia juga pasti sudah memperlengkapi kita dengan karakteristik dan passion yang spesifik juga dalam diri kita supaya kita bisa terus berkembang dan mencapai tujuan itu... Dan, dalam perjalanan, Dia juga pasti bakal semakin memperlengkapi kita juga...


So, have you already walk on your spesific path?

Renewing Our Mind Continually - Pastor Robb Thompson

"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:2)


Kehidupan kita sebagai orang percaya berputar di sekitar kebenaran ini. Kita harus berjuang setiap hari untuk memilih apakah kita akan mengikuti begitu saja gaya hidup dunia ini atau mengikuti gaya hidup kerajaanNya. Ada kalanya kita tidak cukup aware dan tidak cukup pengetahuan untuk menyadari 'n mengenali apakah sesuatu itu merupakan pola pikir dunia atau pola pikir kerajaanNya.


Ada saat-saat dimana kita lemah dan lelah, dan biasanya di saat-saat ini kita rentan terhadap hal-hal dari masa lalu yang mencoba menguasai pikiran kita agar fokus kita teralihkan ke masa lalu. Misalnya kita kembali merasakan ketakutan 'n trauma dari masa lalu yang akhirnya membuat kita tidak berani melangkah dari saat ini ke masa depan, atau kita tidak berani mengalami sesuatu yang baru (yang tidak kita ketahui akan seperti apa) dan memilih untuk bertahan dengan cara lama dimana kita sudah terbiasa (walaupun kita sebenarnya ingin sesuatu yang lebih baik daripada yang lama), atau kita mempertahankan pemikiran dan rencana kita di masa lalu padahal kondisi saat ini sudah banyak berubah sehingga kita tidak bisa mempersiapkan masa depan dengan benar 'n hasilnya kita cuma jalan di tempat... Ada banyak bentuk dari jerat masa lalu yang akhirnya membuat kita tidak bisa maksimal di saat ini 'n juga di masa depan. That's why we have to renewing our mind continually...


Kehendak bebas atau tekad yang kita punya tidak cukup kuat untuk menentukan kesuksesan kita, karena kita hidup dalam dunia dan segala medianya yang terus membombardir kita dengan gaya hidup dunia. Will power (kekuatan kehendak bebas) dan spiritual power (kekuatan ilahi) itu berbeda. To renewing our mind continually we need to connected with His truth continually too...


Your ability to think like Christ is completely dependent upon your willingness to become a living sacrifice 
-
Amsal 23:7
- 1Kor 2:16
- Roma 12:1-2
- Mazmur 119:1-9
- Yoh 17 = ingat doa Yesus bahwa dia ingin kita selalu berada dalam kebenaran
Tidak perduli siapapun yang berbicara di depan kita, kita harus tahu bahwa apa yang kta terima itu memang adalah kebenaranNya. That's why each of us have to get connected with Him...
  
Staying where you are is a guarantee that things will remain as they are
-
2Raja-raja 7:1-9 = Kalau pola pikir kita tetap sama, maka kita akan mengalami hal-hal yang sama atau hasil yang sama. Kalau kita bertahan pada pola pikir yang sama, maka itu menjamin tidak akan terjadi perubahan. Kecuali kalau kita memutuskan untuk memperbaharui pikiran kita.
- 1Petrus 4:10 = Kekuatan dari kehidupan kita tersembunyi dalam kemampuan kita untuk berpikir seperti Dia
- Yesaya 55:8-11 = Tuhan tidak pernah menyerang kita dengan berkata, "pikiranmu salah!" tapi Dia berkata, "pikiranKu lebih baik." Coz bagaimanapun bagusnya pikiran kita, itu masih berada di bawah pikiran Tuhan, kapasitas pikiran kita jelas-jelas tidak bisa dibandingkan denganNya
- Hosea 4:6 = Ketidakpedulian adalah masalah kita yang terbesar. Apa yang belum kita ketahui dapat menghambat atau memperlambat kita untuk terus maju dalam kebenaranNya


No other exercise can take the place of meditation upon God's Word (daily)
-
Mazmur 1:2-3, 119:97,60
- Roma 12:2
Keadaan yang baik-baik saja bukan satu tanda bahwa Tuhan tidak ingin kita terus memperbaharui pikiran kita. Questions to asked: "Sudahkah kita berada di tempat yang kita inginkan bersama Tuhan?", "Sudahkah kita tahu tujuan yang Tuhan ingin kita capai?"
- Mazmur 119:60
- Amsal 4:20
- Yakobus 1:22-25 = kitalah yang membohongi diri kita sendiri kalau kita bilang kita percaya tentang sesuatu tapi kita tidak melakukannya (omdo, ga menghidupi apa yang kita ajarkan/katakan)


Bagaimana Kita Bisa Memperbaharui Pikiran Kita?


Refuse to believe that you are the only one who is having trouble in your mind  
-
1Kor 10:13
- 1Petrus 5:8-10


Identify the negative thoughts that consistently and presently bombard your mind
-
2Kor 10:3-5
- Mazmur 139:23
Benteng-benteng = pikiran-pikiran kita yang tidak dijagai, yang kita miliki tanpa diuji, pikiran yang belum dibersihkan, itu semua akan melekat dalam otak kita sebagai satu fakta atau kebenaran.


Alasan mengapa orang Kristen sering gagal karena mereka lebih banyak mendengarkan diri mereka sendiri daripada berkata-kata (memperkatakan kebenaran-kebenaranNya) kepada diri mereka sendiri. Kita harus selalu menundukkan semua pikiran negatif dan kebohongan pada salibNya, pada Dia, lalu menggantikan mereka dengan kebenaran-kebenaranNya. Kita tidak akan pernah sukses jika ita terus mendengarkan pikiran-pikiran itu karena mereka akan menawan kita seumur hidup.


- Amsal 12:5
- Matius 6:31


Kita tidak bisa mencegah atau menentukan siapa yang mengetuk pintu kita, tapi kita bisa menentukan atau memutuskan siapa yang kita ijinkan masuk. Begitu juga dengan isi pikiran kita.

Thursday, April 19, 2007

Dua Perbedaan Dalam Satu Tujuan

Rating:★★★
Category:Books
Genre: Romance
Author:H. Dale Burke
Pesan yang sangat penting, yang pertama kali disampaikan pada awal penciptaan telah mengema di seluruh dunia. Pesan itu telah diterima oleh setiap generasi. sebagian menangkap sinyalnya dengan jelas dan bertindak menurut pesan itu. sedangkan bagi yang lain, pesan itu kacau dan mereka bertindak bodoh, atau lebih buruk dari itu.

Inilah pesannya: Pria dan Wanita adalah dua dunia yang terpisah. Generasi sekarang telah memproklamirkan bahwa kaum pria berasal dari mars dan kaum wanita berasal dari venus. Tapi, benarkah perbedaan mereka sejauh itu? Dalam beberapa dasawarsa terakhir ini, pendulum tentu berayun kesana kemari. Ketika kita melewati tahun 1960an dan 1970an, gerakan uniseks dan feminis menentang gagaan bahwa perbedaan gender itu penting. secara biologis mereka memang berbeda, namu itu hanyalah perbedaan fisik. Di bawah permukaan, yang benar-benar penting, kita diberitahu bahwa pria dan wanita adalah sama. setiap perbedaan perilaku hanya ada karena budaya kita, dengan pengertian tentang maskulinitas dan feminitas yang ketinggalan jaman dan stereotipikal, yang merekayasa mereka. Pria dan wanita diperlakukan sebagai benih yang masih kosong, bahan mentah dari rahim, yang siap dibentuk oleh budaya. Ide bahwa pria dan wanita sudah dirancang berbeda sejak semula tidaklah benar secara politis. Wanita diberitahu bahwa sudah waktunya untuk mengenakan celana panjang dan lebih bersikap seperti pria. sedangkan pria harus menemukan sisi yang lebih lembut dalam diri mereka.

Pada tahun 1980an dan 1990an, pendulum mulai bergerak lambat. Gerakan-gerakan seperti "Promise Keepers" mulai memanggil pria untuk menjadi pria sejati, dan juga untuk menjadi pria yang berbeda dari kaum pria di masa lalu. Wanita sekali lagi mulai menghargai karunia unik mereka untuk mengasuh anak. Sebagian orang mulai menyadari bahwa pria dan wanita bisa setara namun sekaligus berbeda. Ini adalah suatu penyesuaian yang penting, saat kita harus diingatkan bahwa pria dan wanita sama-sama dikaruniai dan dihargai sebagai ciptaan yang indah dan ilahi dari Bapa Sorgawi kita. Namun, di tengah kegembiraan karena menyadari apa yang kita miliki secara umum, kita membuat sebuah kesalahan yang kritis. Kita tidak lagi melihat perbedaan-perbedaan dan keunikan kita, serta fakta bahwa kita sudah dirancang berbeda. Dan, perbedaan-perbedaan ini jauh lebih dalam daripada sekadar sistem reproduksi ataupun bentuk tubuh kita. Perbedaan itu mencakup cara kita berpikir, merasakan, dan memproses berbagai informasi serta ide. Itu juga mencakup cara kita mencintai dan dicintai. Yang terpenting, semua perbedaan ini sehat. semua sudah dirancang dalam diri kita, dengan satu alasan oleh Pencipta kita.

Buku ini tidak akan berupaya untuk menerangkan semua misteri dunia pria dan wanita. Maksud kami adalah menekankan fakta bahwa Allah mmahami semua perbedaan itu, semua perbedaan yang tidak kentara pada sifat kita sebagai pria dan wanita. Lagipula, pria dan wanita menemukan asal-usul mereka di dalam kejeniusan Allah yang kreatif. Itu berarti bahwa Dia selalu mempertimbangkan perbedaan kita yang sudah dirancangNya, pada saat Dia mengemukakan tuntunanNya untuk membangun hubungan dan pernikahan yang sehat. Denganmenyelidiki Firman Allah, kita akan menemukan cara memenuhi kebutuhan makhluk misterius yang disebut pria dan wanita.

Mengapa misi ini begitu penting? Karena dalam budaya kita, perbedaan antara pria dan wanita seringkali memicu persaingan antara kedua jenis kelamin tersebut. Periksalah Alkitab, dan anda dengan cepat akan melihat bahwa meskipun perbedaan antara jenis kelamin adalah bagian dari rancangan asli Alah semesta alam, perbedaan itu dimaksudkan untuk saling melengkapi. Jika tidak, maka pergumulan yang terjadi dapat mengguncang hubungan pernikahan. Ketika pergumulan itu datang - dan pasti akan datang - yang kita perlukan adalah nasihat sorgawi, petunjuk alkitabiah yang realistis, untuk membangun pernikahan yang sehat.

Kabar baiknya adalah bahwa ada pertolongan untuk mereka yang sungguh-sungguh ingin diperlengkapi sebelum memulai hubungan yang baru atau membuat perbaikan yang terarah dalam hubungan yang mungkin tersesat. Itulah isi buku ini. Entah anda masih pengantin baru, sudah menikah dan punya beberapa anak, atau harus memberi nasihat kepada cucu-cucu anda, halaman-halaman buku ini akan membantu anda membangun hubungan yang lebih sehat, lebih kuat dengan membuat sebagian besar hal yang kita miliki menjadi tidak berarti secara umum dan menghargai perbedaan kita.

Berikut ini adalah sebuah contoh. Semua orang tahu bahwa sebuah pesawat luar angkasa memanas ketika kembali memasuki atmosfer. Hubungan antara pria dan wanita sama seperti itu. Hubungan dapat memanas dan tidak nyaman ketika memasuki sesuatu yang baru atau fase baru dari semua yang sudah ada. Panas itu datang dari gesekan yang ditimbulkan oleh perbedaan alamiah kita. Satu kunci untuk mengatasi bahaya alamiah dalam mengarungi pernikahan adalah jika masing-masing menganggap sebagai sebuah prioritas untuk memahami keunikan pasangannya, menghargai sifat-sifat itu sebagai sumber kekuatan. Pesan umum dalam pernikahan seperti ini adalah "Aku menghormatimu...", "Aku membutuhkanmu...", "Aku mau membiarkanmu menjadi dirimu sendiri...", "Aku akan berfokus pada tanggung jawabku, bukan hak-hakku...".

Saat kita menyelidiki Alkitab, menyelidiki rencana induk Allah untuk misi ini, kita temukan bahwa Pencipta pria dan wanita berbicara dengan jelas dan bijak untuk misi ini. Pertanyaan yang harus dijawab oleh anda dan saya adalah: Apakah kita sudah terhubung dengan kendali misi atau apakah kita mencoba terbang sendirian? Apakah kita mendengarkan - atau bahkan bekerjasama dengan - co-pilot kita?

DAFTAR ISI BUKU

1. Memulai Dengan Cara Yang (Bisa Dikatakan) Ilahi
2. Tujuh Karunia Yang Menyatukan Dunia Kita
3. Penyeimbang "Dunia" : Hati Seorang Hamba
4. Bagaimana Pria Mengatakan "Aku Mencintaimu"?
5. Bagaimana Wanita Mengatakan "Aku Mencintaimu"?
6. Yang Kita Alami Adalah Suatu Kegagalan Berkomunikasi!
7. Kemurahan: Pengampunan Yang Diberikan, Pengampunan Yang Diterima
8. Pernikahan: Membutuhkan Perawatan Rutin
9. Apa Maksud Anda Saat Berkata "Saya Bersedia"?
10. Cinta Dan Pernikahan

Monday, April 16, 2007

The Relationship's Rules

Jangan terkecoh liat judulnya hehehe... Aku ga bakal ngasih aturan-aturan yang bener dalam relationship, coz aku belon ngejalanin jadi ga mau di-cap om-do hehehe... Aku cuman mo share aja tentang hal ini...


Dari pengalamanku mengamati 'n juga denger curhat orang, jarang banget ada gereja atau komunitas yang sehat yang membahas tentang relationship secara detail. Aku sendiri juga banyak tahu lewat baca artikel-artikel atau buku-buku tentang relationship trus dicocokin ama apa yang aku liat di realitas. Padahal relationship adalah hal yang sangat esensi. Tapi mungkin agak terlupakan karna ada kesan bahwa gereja atau komunitas rohani itu seharusnya lebih berurusan dengan hal-hal "rohani", hubungan vertikal ama Tuhan, praise and worship, bahas Firman, dll... Aku ga bilang bahwa itu ga penting, itu juga esensi, tapi menjadi tidak seimbang kalo masalah relationship ini diabaikan. Banyak orang yang sudah kenal Tuhan atau aktif dalam kegiatan-kegiatan "rohani", but when it comes to relationship, they became clueless... No heart feeling, aku ga lagi ngejudge, ini cuman pengamatanku aja... Coz aku sendiri juga ngerasa kalo masalah ini tidak menempati posisi yang seharusnya dalam gereja.


Tentu saja sudah bukan rahasia lagi kalo titik awal dimana iblis mulai merusak seseorang itu adalah di lingkungan keluarga. Banyak orang yang mempunyai masalah emosional ternyata berakar dari hal-hal buruk atau masalah yang dia alami dalam keluarganya, misalnya pelecehan seksual oleh anggota keluarga, tindakan kekerasan oleh orangtua, perceraian, orang tua yang terlalu otoriter, orang tua yang terlalu sibuk dan menyerahkan perawatan anak sepenunya pada pengasuh, orang tua yang berjudi, suka mabuk, dan masih banyak lagi... Semua itu akan berlanjut seperti lingkaran yang tidak berujung kalau tidak ada yang menghentikannya dan mengundang Dia untuk campur tangan dan melakukan pemulihan. Dan kalau semua itu ditarik mundur, darimanakan sebuah keluarga itu berawal? Darimanakah pasangan suami istri itu berawal? Dari relationship yang dijalin oleh dua orang single. Inilah yang akhirnya membuat aku bisa berkata bahwa relationship adalah hal yang sangat esensi. Kita perlu mengetahui kebenaran-kebenaranNya tentang relationship, karena kehidupan yang kita jalani ini utuh, tidak bisa dipisah-pisahkan sehingga kita mengatakan bahwa relationship itu bukan hal yang cukup "rohani".   


Ingat ini? "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati." (Roma 12:1). Apapun yang kita lakukan dengan tubuh kita (termasuk apa yang kita pikirkan, karena otak juga bagian tubuh kita, dan juga apa yang kita rasakan, karena emosi, jiwa dan hati kita juga bagian tubuh kita) adalah persembahan yang hidup bagi Dia... termasuk juga didalamnya adalah bagaimana kita menjalani satu hal yang berjudul relationship...


Ada banyak hal-hal dalam relationship yang kita hadapi, mulai dari bagaimana menjaga hati, memulai pendekatan, mempertimbangkan untuk berkomitmen, kesiapan untuk menikah, dan juga masalah-masalah seperti ketergantungan emosional yang terlalu berlebihan, terlalu cepat memutuskan untuk menjalin hubungan, sex before married, married by accident, abusive relationship, hubungan yang "ngambang" (atau mungkin lebih cocok kayak lagunya Melly "Gantung" itu hehehe) karna tidak mempunyai tujuan dalam menjalin relationship, pertengkaran yang sebetulnya tidak perlu terjadi kalau saja mereka mengetahui bahwa pria dan wanita itu memang berbeda, dll... There are still a lot of them! Dan masalah-masalah ini hanya menimbulkan sakit hati, luka, kekecewaan, kepahitan, ... semua itu berhubungan dengan hati kita.


And what He said about our hearts? "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." (Amsal 4:23). Kita tidak bisa mengasihi diri kita sendiri dan orang lain jika hati kita tercemar, dan satu hal lagi... orang yang terluka akan selalu melukai orang lainnya, lagi... walaupun dia tidak bermaksud untuk melukai... Coz that's the way it goes... kecuali lingkaran itu dihentikan dengan mengijinkan Dia campur tangan dan memulihkan, dan yang juga melibatkan kita untuk mau taat, mengampuni, dan move on to a new chapter... Karena dari hati-lah timbul motivasi kita untuk melakukan segala sesuatu, kita bisa saja menyangkalnya dengan pikiran kita, tapi kita tidak bisa membohongi hati kecil kita, dan kita tidak bisa menyembunyikan apapun dari Dia... I've been through this, saat hatiku terluka, aku menanamkan luka itu dalam tulisanku, Thanx to Him coz ada temenku yang nyadarin itu 'n negur aku... See the effect? Kita ini diciptakan sebagai saluran, apa yang kita bagikan lewat hidup dan tindakan kita akan terus mengalir ke orang yang lainnya. Pertanyaannya adalah, apakah kita mau menjadi saluran yang mengalirkan hal-hal baik atau hal-hal buruk?


Kalo tadi aku share tentang kekurangpedulian gereja / komunitas akan issue relationship, kali ini tentang pengamatanku dan hasil share ama beberapa temenku tentang gereja atau komunitas yang terlalu otoriter dalam mengatur relationship jemaatnya... Sekali lagi ini pengamatanku 'n pendapatku aja, ga ada niat menilai atau ngejudge, karna keputusan untuk submit atau enggak terhadap aturan-aturan itu adalah hak pribadi setiap orang. Ada gereja yang mewajibkan jemaatnya untuk lapor ke pemimpin rohani kalau dia merasa bahwa dia mulai menyukai lawan jenisnya (baru menyukai, belum pdkt), ini hanya satu contoh aja, masih banyak lagi aturan-aturan yang ditetapkan gereja... yang kadang dalam beberapa hal aku rasa terlalu "kaku", atau sudah terlalu melewati batas privacy atau kehidupan pribadi seseorang...


Tapi kembali lagi, ini adalah masalah pilihan... Dan orang yang dewasa tahu bahwa dia bisa mempertanggung-jawabkan setiap pilihannya. Mungkin ada orang-orang tertentu yang merasa aturan-aturan itu baik untuk menyeimbangkan gaya hidup dan karakternya, then it's good for him/her. Tapi yang perlu diingat di sini adalah setiap orang berbeda. Aturan-aturan yang lebih spesifik kadang hanya berhasil jika dilakukan oleh orang-orang tertentu, sementara bagi orang-orang lainnya aturan-aturan itu terasa seperti overdosis, yang malah menyebabkan mereka jadi tidak berani melangkah, takut membuat kesalahan, dll yang akhirnya membuat mereka takut / enggan untuk maju melangkah ke masa kehidupan mereka yang berikutnya... Kasus-kasus seperti ini sudah banyak terjadi, dan itu agak memprihatinkan... 


Mungkin masih banyak masalah-masalah atau issue-issue yang luput dari pengamatanku huehehe... yah maklum matanya cuman dua hehehe... Intinya siy masing-masing dari kita harus get connected ama Dia (seperti 2 paragraf terakhir di tulisanku sebelumnya ini), supaya kita tahu apa rencana spesifikNya buat kita, dan juga mengenal diri kita sendiri, sehingga kita tahu apakah kita tipe yang perlu di"rem" atau di"gas" dalam area relationship ini hehehe... Coz He always want the best for us, in every area of our life, include in relationship area... Jadi mulai libatkan Dia dalam area relationship, sama intens-nya dengan melibatkan Dia dalam area kehidupan kita yang lain, coz keutuhan hidup kita adalah sebuah persembahan yang sangat berharga untukNya, and we are wiling to give the best offering for Him too, rite?


Zia you folks! Hehehe...

Bubur Jamur Telur


Description:
Bubur yang agak kental ini sangat gurih rasanya dan padat isinya. Jagung manis, bayam, jamur dan telur membuat rasanya segar gurih sekaligus nutrisinya sangat lengkap. Cocok disantap hangat saat tubuh mulai turun staminanya.

Ingredients:
100 g beras pulen
750 ml kaldu ayam
2 siung bawang putih, cincang
1/2 cm jahe, memarkan
1 sdt garam
2 buah jamur shitake, iris tipis
2 sdm biji jagung manis segar
1 sdm kecap asin
1/2 sdt minyak wijen
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt garam
1 butir telur ayam, kocok
100 g daun bayam, potong kasar

Directions:
- Rebus beras, kaldu, bawang putih, jahe dan garam hingga beras matang.
- Masukkan jagung manis dan jamur.
- Kecilkan api, aduk sekali-sekali hingga bubur mulai mengental.
- Masukkan kecap, minyak wijen, merica dan garam. Aduk hingga rata.
- Tambahkan duan bayam dan telur, didihkan hingga layu dan matang.
- Angkat, sajikan panas.

Sup Kental Bakso


Ingredients:
2 sendok makan mentega / margarin
1 buah bawang bombay, cincang
2 sendok makan tepung terigu
500 cc kaldu ayam
200 gram kentang, potong berbentuk dadu kecil
100 gram wortel, potong berbentuk dadu kecil
15 buah bakso, potong kecil
50 gram kacang polong
1/2 sendok teh merica bubuk
1/2 sendok teh garam
1/4 sendok teh pala bubuk
1 batang daun bawang, iris halus

Directions:
- Panaskan margarin, tumis bombay hingga layu, lalu masukkan tepung terigu sedikit-sedikit sambil diaduk hingga rata.
- Tambahkan kaldu ayam, aduk hingga rata, masak hingga kuah mengental, lalu tambahkan garam, merica bubuk, dan pala bubuk, aduk rata.
- Masukkan kentang, wortel, kacang polong, dan bakso, aduk rata, masak di atas api kecil hingga matang, angkat dari api, lalu taburi dengan daun bawang.

Friday, April 13, 2007

Ternyata Di Pihak Yang Sama...

Berawal dari perbedaan pandangan yang sebenernya ga terlalu berlawanan, secara ga sadar aku memposisikan diriku ama temenku pada 2 kubu yang berbeda. Kalo dipikir-pikir sekarang siy rada konyol juga kok aku bisa-bisanya begitu hehehe... Yah namanya juga lagi belajar... kita kan belajar terus seumur hidup kan? Hehehe... Ternyata setelah aku langsung terang-terangan ama temenku, aku baru nyadar kalo sebenernya kita di kubu yang sama... It's really a relief for me, knowing that we can speak up things straightly with each other...


Dari sini aku jadi amaze aja ama caraNya nunjukin 'n ngajar aku tentang suatu hal... Memang kalo kita mengalami hal-hal untuk pertama kalinya, biasanya kita masih meraba-raba, masih gatau persis apa yang sebaiknya kita lakuin, masih mempertanyakan persepsi atau prinsip yang sebelumnya kita yakini, masih menyesuaikan diri dengan beberapa perbedaan yang kudu kita hadapin...


Tapi justru dengan mengalami semua itu, sebenernya kita lagi menjalani kesempatan untuk belajar hal-hal yang baru, belajar mengenal orang lain, belajar mempercayai orang lain, belajar untuk lebih terbuka, dan yang paling berharga di atas semuanya itu, aku belajar memahami beberapa cara unikNya untuk meyakinkan aku bahwa aku sedang berjalan di trackNya... ^.^

Wednesday, April 11, 2007

"Excellent Sacrifice" as a lifestyle

Ada yang berpikir "excellent sacrifice" hanya cukup dilakukan sesekali, ada yang mengaitkan "excellent sacrifice" hanya dengan uang (it's just about money thing), ada yang mungkin belum tahu apa itu "excellent sacrifice"... It doesn't matter... What matter is apa arti "excellent sacrifice" bagi Dia.


Inget kisah janda miskin yang cuman ngasih 2 peser (1 duit) tapi jumlah uang itu adalah sesuatu yang sangat berharga buat dia (Markus 12:41-44) ? Banyak orang kaya yang ngasih persembahan uang yang jauhhh lebih besar daripada janda ini. Tapi apa yang Dia bilang? "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.


Inget juga kisah pemuda kaya yang mau mendapatkan hidup yang kekal 'n apa responnya waktu Dia menyuruhnya menjual semua hartanya lalu mengikuti Dia (Matius 19:16-23) ? Setelah pemuda itu bilang bahwa dia sudah melakukan perintah-perintahNya, akhirnya Yesus bilang, "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Sebelum pertanyaan itu, pemuda ini masih bersemangat, dia mengira dia sudah melakukan semua yang harus dilakukan... Tapi setelah perkataan Yesus yang terakhir, reaksinya adalah "...pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya." Dia itu Tuhan yang ga mau diduain... Tuhan yang mempunyai garis yang tegas, pilih hitam atau putih, jangan di abu-abu... Kalo iya iya, kalo enggak enggak... Kalo mau ikut Dia, then hiduplah dalam Dia, ga setengah-setengah... He deserve for the first position in our heart and in our life...   


Dari kisah janda miskin itu, sudah jelas kalo Dia ga liat dari segi jumlah atau besarnya uang, tapi Dia liat seberapa berharganya sesuatu yang kita beri atau korbankan itu. Sebenernya "excellent sacrifice" bukan cuma tentang uang, tapi jauh lebih luas dari uang. It's not just about money thing... Karna apa yang berharga buat seseorang pasti berbeda dengan apa yang berharga buat orang lainnya. Misalnya, buat orang kaya, uang mungkin ga terlalu berarti (mungkin loh... mungkin hehehe... coz ada orang kaya yang hatinya terikat dengan hartanya, ada juga yang enggak), dia bisa dengan gampang memberi uang, ga pake mikir keras dulu, bergumul dulu, atau fight dulu dengan perasaan berat hati. Mungkin buat orang kaya itu yang paling berharga adalah waktunya. Nah, it means "excellent sacrifice" yang bisa dia berikan adalah waktunya. Dia tau pasti apa yang paling berharga buat kita masing-masing, kita ga bisa membohongi Dia dan membohongi diri kita sendiri. Itulah kenapa saat pemuda itu menyatakan niatnya untuk mengikuti Dia, Dia memintanya untuk menjual hartanya terlebih dulu, coz Dia tau hartanyalah yang paling berharga buat pemuda ini. Dari respon pemuda itu juga keliatan banget kalo buat dia hartanya itu lebih berharga daripada keinginannya untuk mengikuti Dia sepenuh hati.   


"Karena dimana hartamu berada, di situ juga hatimu berada." (Matius 6:21)


"Harta" ga selalu berupa uang, itu bisa berarti waktu, perhatian, fokus, kenyamanan, dll... "Harta" adalah sesuatu yang sangat berharga buat kita... And He deserve to be our Most Precious Treasure... Coz He really is... He deserve too for our "excellent sacrifice"... Coz He has been a Sacrifice for our life...   

Monday, April 9, 2007

Get Connected

I just wanna share about my journey until this time... Yah mungkin terlalu singkat buat dibilang suatu perjalanan hidup... But it is really my own experience tentang belajar mempertimbangkan dan mengambil keputusan, tentang belajar bertanggung jawab dalam menjalani keputusan itu, dan tentang bergantung serta mengandalkan Dia sepenuhnya.


Ada banyak hal yang Dia ajarin ke aku lewat perpisahan... Dulu aku pikir perpisahan itu adalah hal yang kurang baik. Perpisahan terberat yang udah aku jalanin adalah perpisahan dengan keluargaku, sahabat-sahabat 'n anak-anak sekomsel (yang udah kayak keluarga kedua buat aku, terutama koko rohaniku 'n istrinya yang udah aku anggep kayak sodara sendiri) waktu aku memutuskan pergi ke Lippo Cikarang.


Dari dulu aku pengen memperbaiki hubungan ama papaku 'n pengen lebih bisa saling terbuka 'n lebih deket lagi ama dia. Aku pikir perpisahan ini bikin semuanya jadi ga maksimal. Tapi ternyata Dia udah buktiin bahwa pemikiranku salah... Dia udah nunjukin kalo Dia bisa pake berbagai cara, dan perpisahan adalah salah satu cara yang paling ga masuk akalku waktu itu, tapi udah terbukti perkiraanku salah. Dia bisa ngelakuin apapun karna Dia ga terbatas, aku ga bisa membatasi Dia 'n perbuatanNya dengan pemikiranku.


Perpisahan yang kedua adalah dengan koko rohaniku 'n istrinya. Sejak aku jadi Kristen, aku udah kenal ama mereka. Seiring dengan itu, ada banyak hal yang kita lalui dengan saling berbagi hidup... they are my second family... dan aku bersyukur banget Dia buat aku bertumbuh bareng mereka, coz mereka kayak otoritas yang Dia tempatin di atasku untuk menjagai aku. Tapi saat-saat menjelang perpisahan, Dia nyadarin aku bahwa aku "terlalu" bergantung ama mereka. Coz pada saat aku mempertimbangkan untuk ngambil keputusan ke Lippo Cikarang, aku mencari peneguhan juga ama mereka. Itu ga salah, tapi somehow Dia bikin aku tiba-tiba nyadar kalo porsi ketergantunganku ama mereka terlalu besar. Dia mau aku belajar mengambil keputusan sendiri dan bertanggungjawab sepenuhnya atas keputusan itu. Peneguhan memang perlu tapi yang paling penting aku sendiri harus yakin apakah memang ini langkah yang Dia mau aku ambil 'n yang aku sendiri mau untuk jalani. Sebelum akhirnya aku ambil keputusan buat pergi, aku ngerasa mantep, damai sejahtera... and aku yakin kalo aku ngejalanin ini bareng Dia.


"Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari." (Amsal 4:18)


Ayat itu salah satu peneguhanNya buat aku, bukan cuma waktu itu aja, tapi udah beberapa kali. Waktu aku pertama kali dapet ayat itu in a romance area, aku pikir itu tanda positif atau istilahnya lampu ijo dari Dia. Tapi ternyata bukan... Ayat itu cuman menyatakan kebenaran bahwa kalau kita berjalan bareng Dia, Dia bakal pimpin kita ke arah yang semakin jelas. Semakin jelas ini kan belum tentu "iya" atau "enggak". Dia mau kita menjalani setiap proses bareng Dia, dan seiring perjalanan kita akan semakin tahu langkah atau keputusan apa yang akan kita ambil. Emphasize on the word "proses".


Aku yakin Tuhan bisa aja langsung kasih jawaban ke kita tentang keputusan-keputusan yang harus kita ambil, atau tentang masa depan kita. Tapi itu adalah jalan yang instant. Dia pengen kita menjalani proses kehidupan itu bersama Dia, mengandalkan Dia, supaya kita bisa bener-bener menikmati dan menjalani setiap masa-masa kehidupan, bukan hanya sekedar mencapai target-target jangka pendek. Aku pernah mikir 'n bertanya-tanya juga, bukannya semua bakal jadi lebih simple kalo kita langsung tahu apa yang Dia mau 'n apa kehendakNya tentang keputusan yang akan kita ambil menyangkut masa depan? Itu pemikiranku... Tapi pemikiranNya lain... He wants us to be alive, not just have a life... "Alive" means kita bener-bener menjalani dan menikmati segala sesuatu dalam kehidupan kita, merasakan semua perasaan dan emosi, mengalami berbagai hal... Karena dari situlah kita bisa mengalami Dia...


The question is... Kalo kita udah tau tentang masa depan 'n keputusan-keputusan apa yang Dia mau kita ambil saat ini, apakah kita masih bergantung 'n mengandalkan Dia? I guess not...


He wants us to have a real relationship with Him, walking through our life with Him, experiences 'n share many things with Him... He wants to be the most important part in our life... coz He deserve that... 


Dari semua itu aku cuman nyimpulin... kalo sebenernya semuanya itu simple... Dia cuman mau kita menjalani semua proses yang ada (proses itu berupa perjalanan antara garis start 'n finish, atau perjalanan antara menemukan beberapa pilihan sampai kita harus membuat keputusan, atau perjalanan antara pertanyaan sampai kita menemukan jawabannya) bersama-sama dengan Dia. Coz Dia pasti memimpin 'n mengarahkan kita untuk membuat keputusan yang bener, karna Roh KudusNya yang ada di dalam kita.


Proses pendewasaan kita itu simple... Kayak waktu dulu kita kecil, yang menjagai kita adalah orang tua kita atau orang-orang yang lebih dewasa dari kita. Mereka menentukan apa yang boleh 'n ga boleh kita lakukan, apa yang baik 'n yang ga baik untuk kita makan, dll... Tapi ada saatnya dimana kita sudah bertumbuh dewasa, kita sudah tau batasan-batasan 'n konsekuensi-konsekuensi dari setiap pilihan yang ada, dan kita harus mulai membuat keputusan-keputusan sendiri tentang hidup kita. Ada juga saatnya dimana kita nantinya berada di posisi orang tua kita dulu, posisi dimana kita nggak hanya bertanggung jawab atas diri kita tapi juga anak kita...      


Just a note... kadang memang lebih gampang buat kita untuk melakukan pendapat dari orang lain, termasuk mungkin otoritas kita. Karna kita menganggap toh mereka juga udah ditempatkan Tuhan untuk menjagai kita... Tapi yang nantinya bakal menjalani keputusan 'n yang bakal bertanggungjawab langsung ama Dia itu kita sendiri, orang laen ga ikut-ikut... Kita nggak bisa beralasan kita melakukan satu hal karna ada orang lain yang menyarankannya. Kalaupun saran/pendapat orang lain itu memang benar, kita harus punya dasar atau alasan kita sendiri. Selain itu, dalam beberapa hal, seringkali memang ada perbedaan. Apa yang menurut orang lain terbaik (karena mereka pernah menjalaninya), belum tentu itu juga yang terbaik untuk kita. Selama kita sudah tahu batasan-batasan yang Dia buat, kita juga kudu inget kalo Dia adalah Tuhan yang kreatif. Dia menciptakan setiap kita dengan keunikan kita masing-masing, 'n begitu juga dengan setiap kisah kehidupan kita. Selama perbedaan itu ga melanggar batasan-batasanNya untuk melindungi kita, itu bukan suatu masalah. Then darimana kita tahu bahwa perbedaan itu sah-sah aja? That's why we need to get connected with Him... supaya kita tau secara spesifik apa kehendakNya buat kita sendiri. Rite?


Just get connected! ^_^        

Sunday, April 8, 2007

Ask And You Will Receive

Hari ini, aku baru liat satu bukti dari jawaban doaku hehehe... Sebenernya kemaren siy dah dikabarin, tapi aku baru liat sendiri buktinya pagi tadi. Thanx God... emang bener ga ada yang ga mungkin buat Engkau... yang ga pernah kebayang malah itu yang terjadi...


Jadi gini, akhir tahun lalu aku sempet ngomong ke Dia tentang satu hal... (yang jelas ini bukan romance area loh hehehe... ntar salah tangkep lagi hehehe... pokoknya adalah... secret hehehe...), juga sekalian nanya, soalnya kalo ngerenung gitu aku kadang masih bertanya-tanya tentang ini, "Mungkin ga siy...?" Sejauh logikaku waktu itu, kayaknya ga ada... cuman aku tetep bilang ke Dia kalo aku pengen, entah gimana caranya, aku minta Dia tunjukin jalan, kalo emang menurut Dia itu baik... Eh ternyata awal tahun ini, bulan Februari gitu, tiba-tiba tercetuslah tawaran itu dari seseorang... Waktu itu aku masih setengah percaya ga percaya, tapi orang ini dah ngejalanin 'n ternyata beneran... Aku sempet siy mbatin... "Lha kok pas banget kayak jawaban gitu..." Dan akhirnya setelah doa 'n mantepin lagi akhirnya aku coba. Dan hari ini aku liat buktinya... ^_^


Wow God... Your ways are so amazing... Thank You... ^_^


Jangan pernah mengabaikan keinginanmu hanya karena pikiranmu belum sampai kesana. Coz we have An Awesome God yang bener-bener tahu kebutuhan kita dan kemurnian hati kita. Kalau Dia lihat kita mampu menangani sesuatu yang kita butuhkan itu, pasti Dia bakal kasih... Belajar setia dalam hal-hal kecil, karna itu yang membuktikan kalau kita juga bisa setia dalam hal-hal besar... ^_^

Aku MilikMu

Di setiap serat diriku ada sidik jariMu
NyawaMu mengalir di setiap tarikan nafasku
Perlukah ada tanda tanya?
Sepenuhnya aku milikMu...

Tuesday, April 3, 2007

"Do You Trust Me?"

Pertanyaan itulah yang seakan-akan Dia tanyakan ke aku setelah aku bilang kalo aku takut... Right now I'm walking in a phase, and in the end I have to make a decission... Sebelumnya aku emang udah doa, beneran minta pimpinan 'n hikmatnya... dan Dia jawab:


Mazmur 121:1-8 "Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam. TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya." 


Tapi rupanya masih ada sisa ketakutan yang keliatan dari perbedaan sikapku. Aku masih berusaha menjagai diriku sendiri dengan kekuatanku sendiri... Sampai Dia nyadarin aku ini:


1Yoh :18 "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih."


Kalau aku masih takut, itu berarti aku masih belum 100% put my trust in Him, my Guardian... Kalo udah 100%, seharusnya aku ga ngerasa takut lagi, coz I know He will guard me 'n keep me safe... My God is my Guardian... dan dimana lagi tempat paling aman selain dalam penjagaanNya? Ga ada... ^_^ Thanx God...    

Trapped In Da Office

Sebenernya tadi dah mo pulang... Aku keluar dari ruangan IT jam 17:40an kayaknya, trus ke ruang produksi dulu. Pas di ruang produksi cuman ada kak Prima, Dewis dah pulang, kak Marcel ga keliatan ujung rambutnya... So ya udah nimbrung bentar, dapet secuil brownies panggang dari kak Prima hehehe... Trus liat majalah Hai edisi humor di mejanya Torri (mejanya Torri deket ama meja kak Prima) akhirnya baca-baca... Eh... bentar laginya suara ujan di luar T_T Coba langsung pulang yah hiks... Jadi ngeblog deh pinjem kompie-nya Torri hehehe... Abis binun mo ngapain... Bisanya cuman ngeblog ama browsing kali hehehe... mumpung orangnya lagi meeting, mo chatting juga ga bisa, abis di kompienya ga ada YM... hehe... Ya sutrah...


Laporan pandangan mata... di belakangku rada jauh, tepatnya di meja mbak Kristanti, kak Prima ama kak Lusi lagi ngobrol berdua. Kayaknya ngomongin sesuatu yang private... soalnya keliatan dari body language dan nada suara mereka, mereka duduk deket 'n berhadapan, eye to eye getuh, ngomongnya juga bisik-bisik, dan dari mimik mukanya kak Prima, aku bisa liat kalo topik pembicaraan mereka seru (ya se-enggak-nya seru menurut mereka hehehe... kalo menurut aku mah belon tentu hihihi...) => kayaknya kalo ngeliat keadaan kayak gini dah langsung ketebak deh kalo mereka emang lagi ngomongin sesuatu yang rahasia, ya emang hehehe... aku cuman pengen ngetik aja hihihi... Yah namanya juga lagi iseng, kejebak ujan di kantor ga bisa pulang... hehehe...


Hhh... setelah menjulurkan leher dan melihat ke arah seberang, masih di ruangan besar yang sama, yang berjudul "ruang produksi", ada 3 orang yang masih dengan seriusnya menatap layar monitor mereka yang segede bantal segiempat penghias sofa ruang tamu... (tapi bukan monitor baheula bow, monitor mereka udah LCD hehehe...), mereka pasti lagi ngedit hasil syuting... ya ngapain lagi getu loh... Tampangnya lagi pada serius... Satu-satunya suara yang terdengar paling kenceng di telingaku adalah lagunya Gita Gutawa yang berjudul "Doo Be Doo", yang emang sengaja aku setel dari blog tercintaku ini... Ada siy kadang suara bisikan-bisikan dua orang di belakangku cuman ga kedengeran apa-apa. Selaen itu sunyi...


Dua hari lagi masuk kerja, abis getu Jumat tanggal merah... Hehehe... Jumat mo minggat ke Jakarta... Aku masih belon kasitau Kezia lagi kalo mo nginep di kosnya Jumat, coz aku ga nyadar kalo Jumat itu tanggal merah sampe aku dibilangin ibu kosku tadi pagi 'n diingetin lagi di YM ama temenku. Ngerasa ga siy kalo hari-hari itu berlalu dengan cepat? Ini udah April, bentar lagi Mei, dan Mei aku dah booking tiket pesawat PP buat mudik (lagi-lagi mudik huehehe...) mulai dari awal taun, soalnya gratis, cuman bayar pajak doang, PP cuman 185.500,- hehehe... Waktu aku bilang Mei aku mudik lagi ambil cuti 3 hari, temen kantorku nanya heran, "Kamu cuti lagi? Mudik lagi?" Aku nyengir 'n bilang, "Iya... Lah yang kemaren itu aku kan ambil cuti sisa taun lalu... ini dah pesen tiket dari berbulan-bulan lalu soalnya tiketnya lagi gratis..." huehehe... dia kayak mupeng sekaligus iri gitu deh hehehe... Tapi dia juga Mei mo ke Surabaya kok, soalnya mamanya lagi sakit.


Emm... suara ujan kayaknya dah berenti... ato paling apes kali cuman tinggal rintik-rintik... aku cabut dulu ah... dah cape liat monitor seharian hehehe... bubuy...

Monday, April 2, 2007

Grow and Guard

Balance is the key in this phase... While two people are praying about their future decission, they have to keep "guard" and "grow"... "Guard" means mereka harus saling menjaga hati masing-masing, and "Grow" means mereka harus tetap saling mengenal lebih dalam untuk tujuan cross check 'n juga mendapat peneguhan dari doa mereka. Kejujuran adalah hal yang sangat penting di dalamnya.


Yang perlu diingat, dalam membuat keputusan untuk berkomitmen... hubungan itu seperti hubungan segitiga, sudut yang satu pria, sudut yang satu wanita, sudut yang satu lagi Tuhan. Mereka bertiga tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Pria harus mempunyai hubungan pribadi dengan Dia, wanita juga harus mempunyai hubungan pribadi dengan Dia. Hubungan masing-masing dengan Dialah yang paling menentukan bagaimana kualitas hubungan antara pria dan wanita itu. Karena dalam membuat komitmen, kita tidak hanya berjanji dan bertanggungjawab terhadap diri kita sendiri dan calon pasangan kita, tapi terlebih lagi, kita berjanji dan bertanggung jawab pada Dia.


Love is not a game... Karena itu hanya orang yang sudah dewasa-lah yang bisa menanganinya... Emphasize on the word "dewasa", bukan "sempurna"... Coz selama perjalanan hidup kita, kita terus belajar dan melalui proses yang panjang untuk menjadi sempurna seperti Dia... It's a lifetime journey...


God, You are the Leader... Let Your will be done...

Sunday, April 1, 2007

Leader's Quality

The world needs leaders...


Who cannot be bought
Whose words is their promise
Who put character above wealth
Who possess opinions and a will


Who are larger than their vocations
Who do not hesitate to take chances
Who will not lose their individuality in a crowd


Who will be honest in small things as well as in great things
Who will make no compromise with wrong
Whose ambitions are not confined to their own selfish desires
Who will not say they do it "because everybody else does it"


Who are true to their friends through good report and evil report, in adversity as well as in prosperity
Who do not believe that shrewdness, cunning, and hardheadedness are the best qualities for winning success
Who are not ashamed or afraid to stand for the truth when it is unpopular
Who can say "no" with emphasis, although the rest of the world says "yes"


Sumber: Breaking News JPCC - Paul Borthwick, Leading The Way, Navpress, 1989, pp.19-20

Message For Husband - Praying For Her Beauty

God made women beautiful, oleh karenaNya setiap wanita itu pasti cantik. Kalau saudara menilai seorang wanita tidak cantik, maka itu semata-mata karena pengetahuan tentang kriteria kecantikan yang saudara miliki untuk menilai seseorang, berbeda dengan kecantikan yang dipancarkan oleh wanita yang saudara "hakimi" tersebut. Siapa yang bisa mengatakan dengan alasan yang konkrit dan masuk akal bahwa jempol lebih "cantik" dari kelingking, atau tangan lebih "cantik" dari kaki? Sulit bukan? Karena pada dasarnya semuanya cantik, unik, dan memiliki keanggunan serta kegunaannya masing-masing yang hampir bisa dikatakan tak tergantikan.


God made women beautiful, oleh karena itu setiap wanita ingin merasa dirinya cantik, dikatakan cantik, dipuji cantik, dan ingin menjadi lebih cantik lagi (dengan melakukan berbagai cara... dari yang "normal" dan tidak berbahaya semisal make up, salon, spa, pergi ke ahli gizi untuk menghitung kalori, sampai yang "beresiko" dengan diet sampai "pingsan", atau mengkonsumsi obat, suntik, bedah, dsb). Mengapa wanita rela / mau melakukan itu, meskipun mahal atau beresiko sekalipun? Kaena mereka "dibombardir" dari segala penjuru dengan kriteria-kriteria yang dibuat oleh "para pakar" di dunia, bahwa wanita cantik itu memiliki bentuk dan ukuran tertentu, jenis rambut tertentu, warna kulit tertentu, bentuk mata dan bibir tertentu, dsb, yang menyebabkan para wanita secantik apapun merasa dirinya selalu kurang cantik.


God made women beautiful, oleh karenanya saya belum pernah bertemu degan seorang wanita, berapapun usianya, yang tidak senang dipuji bahwa dirinya cantik, apalagi kalau wanita tersebut dipuji cantik oleh suami yang dicintainya. Kalau sampai suatu kali saudara bertemu dengan seorang wanita yang tidak begitu suka dipuji bahwa dirinya cantik, mungkin karena sudah terlalu lama tidak ada orang yang mengatakan hal tersebut kepadanya, atau dia pernah sakit hati karena ada orang yang pernah mengatakan dia cantik yang kemudian mengelabuinya.


God made women beautiful, oleh karenanya your wife is beautiful. Dia mungkin tidak sempurna tapi istrimu pasti memiliki kecantikan tertentu yang membuat saudara menikahinya. Berapapun usia istrimu, berapapun usia pernikahanmu, kalau saudara mencintainya pasti saudara dapat mencari "kecantikan" yang dia miliki, dan kalau saudara menemukannya, katakanlah kepadanya. Makin sering saudara mengatakannya, makin cantik istrimu jadinya. Contohlah Adam, ketika dia terbangun dari tidurnya dan melihat Hawa ada di sisinya yang sedang tidur, belum mandi, belum sikat gigi, belum berdandan, betul? Tapi Adam berkata, "Wow kamu keren abis bow..." (dari Alkitab terjemahan bahasa Jakarta sehari-hari??? hehehe...).


God made women beautiful, oleh karenanya suami bertanggung jawab untuk selalu mencintai istrinya, karena istri yang merasa dicintai oleh suaminya merasa dirinya cantik dan menjadikannya cantik. Perhatikan wanita yang tidak dicintai oleh suaminya, biasanya mereka terlihat "layu dan kering". Seorang ibu bisa menumpahkan kasih sayang yang sangat besar kepada anaknya, demikian pula sebaliknya... dan membut penuh rongga dada sang ibu karena kasih sayang yang mengalir. Tapi kasih sayang suami, memenuhi seluruh sel di tubuhnya dan membuatnya cantik. Saya sering meniru apa yang dilakukan Adam... dan istri saya berkata, "Richard, mungkin mata kamu rusak, tapi please, jangan disembuhkan yah..." dan ternyata dia senang saya suka mengatakan hal-hal yang seperti itu, dan itu membuat dia jadi merasa dirinya cantik dan percaya diri.


Ling, my wife, was devalued and made to feel unattractive by ... (secret, but they're forgiven anyway) when she was young. Mungkin istri saudara pun pernah mengalaminya, dimana lingkungan sekitar tidak pernah mengatakan dia cantik ataupun memuji dan mengatakan hal yang baik, tapi lebih sering merendahkannya. Meskipun sekarang sudah banyak orang yang mengatakan sebaliknya, tetapi hanya ada dua pribadi yang bisa membuat dia percaya bahwa dirinya cantik, yaitu Tuhan dan anda suaminya!


Your prayers can set her free from lies of the past and enable her to hear God speaks the truth to her heart. Doa saudara juga bisa membuat istrimu balance dan menemukan healthy self-image.


Berikut ini contoh doa Stormie Omartian yang sering saya pakai:


Dear Lord, I pray that You would give (wife's name) the "incorruptible beauty of a gentle and quiet spirit, which is very precious" in Your sight (1Petrus 3:4). Help her to appreciate the beauty You have put in her. Help me to remember to encourage her and speak words that will make her feel beautiful.


Where anyone in her past has convinced her that she is unattractive and less than who You made her to be, I pray that You would replace those lies with Your truth. Keep any hurtful words that have been spoken to her from playing over and over in her mind. I pray that she will not base her worth on appearance, but on Your Word. Help her to see herself from Your perspective. Convince her of how valuable she is to You, so that I will be better able to convince her of how valuable she is to me.


Show my wife how to take good care of herself. Give her wisdom about the way she dresses and adorns herself so that it always enhances her beauty to the fullest and glorifies You. But remind her that time spent in Your presence is the best beauty treatment of all. Make my wife beautiful in every way, and may everyone else see the beauty of Your image reflected in her. Amen...


Jadi kalau saudara ingin istri saudara cantik dengan cara yang aman dan tidak mahal, cintai dia, temukan dan beritahu padanya bahwa dia cantik, dan berdoalah untuknya... serta jangan lupa kasih uang belanja. Hadiah terbaik yang bisa diberikan oleh seorang suami kepada istrinya , hadiah terbaik yang bisa diberikan seorang ayah kepada anak-anaknya adalah dengan mencintai ibu mereka yang cantik itu.


Sumber: Breaking News JPCC - Richard Ciptawijaya             

The Power Of Being Real - Jose Carol

Di tengah-tengah kehidupan kita menemukan bahwa sering "lebih aman" bagi kita memilih untuk "menutupi diri" daripada harus membuka keberadaan kita, baik itu pendirian, perasaan, maupun kelemahan dan kesalahan kita. Penyebabnya, karena tidak jarang dari kita yang mengalami luka akibat penolakan yang dilakukan oleh lingkungan kita masing-masing, baik itu di dalam rumah tangga, keluarga, sekolah, kampus, maupun tempat kerja kita. Kita menemukan bahwa lingkungan kita seringkali tidak seramah yang kita harapkan atau inginkan. Akibatnya, menutup diri dan tidak jarang "berpura-pura", merupakan alternatif yang lebih aman yang sering kita pakai untuk menghadapi suatu keadaan yang tidak menyenangkan.


Melalui tulisan ini, saya ingin anda mengerti bahwa ada suatu kekuatan yang sangat besar yang mampu menyentuh dan mempengaruhi kehidupan orang lain sedemikian dalam, yaitu pada saat anda menjadi dirimu sendiri.


Ada suatu istilah yang dikenal di dalam dunia kepemimpinan, mengenai kekuatan dari suatu pengaruh yang sangat besar yang dapat diberikan oleh seorang pemimpin kepada lingkungannya. Istilah tersebut ialah kata "authentic" yang berasal dari bahasa Yunani kuno "authentikos". Kamus Webster memberikan definisi untuk kata tersebut sebagai berikut: asli (not false or imitation, original), murni (genuine). Selain itu definisi yang diberikan oleh The Ethics Center for Engineering and Science dari Massachussetts Institute of Technology (MIT) untuk kata "authentic" adalah "tidak adanya kemunafikan" atau "membohongi diri sendiri" (the absence of hypocrisy or self-deception) yang lebih lanjut juga dijelaskan oleh kamus Webster sebagai tidak munafik (genuine, not being a hypocrite). Kata munafik (hypocrite) sendiri berarti "berpura-pura, meniru" atau "bertindak seolah-olah" untuk sesuatu (kebiasaan, nilai, atau karakter) yang orang tersebut sebenarnya tidak miliki.


Mazmur 26:4 berkata, "Aku tidak duduk dengan penipu, dan dengan orang munafik Aku tidak bergaul." Sebaliknya saya percaya akan kuasa dari kesaksian kehidupan kita "apa adanya" yang akan Tuhan pakai untuk menyentuh kehidupan banyak orang lain.


Kepemimpinan bukanlah hanya mengenai suatu posisi yang dimiliki seseorang, melainkan pengaruh yang orang tersebut berikan, baik positif maupun negatif. Seorang pemimpin yang sejati, asli, murni, atau authentic adalah seseorang yang hidup dengan membiarkan orang lain membaca kehidupannya seperti suatu buku yang terbuka, tanpa ketakutan untuk menunjukkan semua keberadaannya, baik kekuatan, kelemahan, maupun kesalahan yang dibuatnya.


Pengaruh terbesar yang dapat diberikan seorang pemimpin kepada orang yang dipimpinnya bukanlah melalui kesempurnaannya, melainkan melalui perubahan yang ditunjukkannya.


"Being real, being human, being yourself, The first step in becoming a True Leader."


Sumber: Breaking News JPCC - Jose Carol