Thursday, November 29, 2007

Back For Good?

Kemaren waktu YM conference ama anak-anak forum, ada anak forum yang sekarang masih di Amrik ‘n bulan Februari tahun depan dia bakal “back for good” ke Indonesia, tepatnya Jakarta. Terus terang belakangan ini aku jadi mikir soal “back for good”… Untuk saat ini aku masih ga terlalu yakin apakah pemikiran ini netral atau masih ada pengaruh besar dari apa yang lagi terjadi in my relationship with my boyfriend.

Tadi siang aku makan rame-rame ama Yoel, Tammy, Puji ‘n Canovya. Waktu sempet ngomongin tentang CBN, Yoel nanya ke Canovya, sampai kapan dia di CBN… Canovya jawab sampai ada panggilan Tuhan yang berikutnya, trus Canovya jadi nanyain aku, “Kalau kamu sampai kapan di CBN?” Aku sempet terdiam… kaget juga coz ditanyain kayak gitu tiba-tiba, plus juga gara-gara belakangan ini aku emang mikirin itu… Yoel jawab sambil becanda, “Tahun depan… Atau setelah pulang Desember ini ga balik lagi… kita langsung shock semua hehehehe…” Dan mau ga mau aku jadi mikir lagi…

Sebelon ini aku masih meyakini jawaban yang sama kayak Canovya, “sampai panggilan Tuhan yang berikutnya”… coz toh aku sampe ke sini juga karna aku tahu bahwa memang ini rencanaNya. Tapi belakangan aku jadi mempertanyakan ‘n mikir lagi buat balik… Aku paling ga bisa menyangkal lagi kalo aku mikirin mama papaku di sana… Mereka berdua udah umur 57 tahun, tahun depan 58… Setiap kali aku pulang mereka tampak lebih tua dengan cepat… Aku juga cuman bisa pulang setahun sekali. Baru tahun ini aku bisa pulang 2 kali (Mei kemarin ‘n ntar Desember), itupun karna bulan Mei lalu lagi ada promosi Air Asia, tiket gratis jadi PP aku cuman bayar pajaknya aja 185rebu.

Tadi juga sempat mereka ngulangin perkataan nubuatan dari Pastor Jose Carol tentang CBN… Dulu pernah pas chappel, Pastor Jose Carol bilang bahwa CBN itu semacam tempat persinggahan, tempat pendewasaan… It means memang semua orang punya waktunya sendiri-sendiri di sini… Dulu aku pernah bertanya “kalau aku sampai kapan yah?” coz waktu itu salah satu segment producer yang lumayan akrab ama aku, Rianty, terakhir kali datang ke CBN sebelum resign… ‘n sekarang pertanyaan itu kembali menggema di otakku…

Aku harus tahu apa kehendakNya… Aku harus memantapkan diriku sendiri…

Wednesday, November 28, 2007

Mie Rebus Jawa


Description:
Untuk menikmati kelezatannya, Anda tak harus jauh-jauh ke kampung halaman, karena ternyata bisa dibuat di dapur sendiri.

Ingredients:
- 250 gram mi basah
- 600 cc kaldu ayam, didihkan
- 1 lembar kol, iris kasar
- 1/2 potong dada ayam goreng, suwir-suwir
- 2 batang daun bawang, potong serong
- 1 buah tomat, iris kasar
- 2 sendok makan minyak goreng untuk menumis
- 2 butir telur

Bumbu:
- 3 siung bawang putih
- 4 butir bawang merah
- 1/2 sendok teh merica bulat
- 2 butir kemiri
- garam secukupnya
- Semua bumbu dihaluskan sampai lumat.

Directions:
1. Panaskan minyak, kemudian tumis bumbu halus sampai harum.
2. Masukkan irisan kol, daun bawang, aduk-aduk. Selanjutnya tuang kaldu, aduk kembali
3. Masukkan mi dan irisan tomat serta daging ayam suwir, aduk.
4. Pecahkan 2 butir telur, aduk.
5. Tutup wajan sebentar, aduk lagi dan angkat.
6. Santap selagi panas. Jika tak puas hanya makan mi, bisa tambahkan nasi juga.

Cap Cay Goreng


Description:
Rasanya hampir semua orang menyukai cap cay, baik yang rebus maupun goreng. Masakan khas dari Cina ini memang sudah tak asing lagi di lidah kita. Cocok untuk buka puasa, atau bahkan sahur. Rasanya yang gurih dan nikmat bisa membangkitkan selera bersantap.

Ingredients:
- 1 dada ayam dipotong tipis
- 200 gram udang dikupas
- 5 butir bakso ikan dibelah 2
- 5 helai daun kol
- 3 batang daun prei dipotong-potong
- 1 batang daun seledri dipotong-potong
- 3 buah tomat dibelah 4
- 1 buah bawang bombay dibelah 4
- 2 buah wortel dipotong serong & tipis
- 3 siung bawang putih
- 4 sendok makan saus tomat
- 4 sendok makan tepung sagu/maizena
- Garam, lada dan bumbu penyedap secukupnya

Directions:
1. Tumis bawang putih hingga menguning dan berbau harum.
2. Masukkan sekaligus ayam dan udang, aduk rata hingga setengah matang.
3. Tambahkan air segelas.
4. Sesudah mendidih masukkan wortel, bakso ikan dan sayuran lainnya.
5. Aduk terus sambil menambahkan saus tomat, garam, lada dan bumbu penyedap.
6. Setelah rasanya cocok, masukkan cairan tepung sagu/maizena.
7. Segera angkat dan hidangkan

Lontong Mie Kare Ayam


Description:
Cobalah resep dari Sisca Soewitomo, pakar kuliner yang pintar memadu-padan aneka bahan pangan menjadi produk olahan yang nikmat menggoda selera.

Ingredients:
- 3 bungkus mi rasa kari ayam spesial atau sesuai selera
- 250 ml santan
- 2 butir telur

Kare ayam:
- 2 sdm minyak goreng
- 3 butir bawang merah, cincang
- ½ ayam, potong dadu kecil
- 3 bumbu mi kare
- 2 sdt gula pasir
- 750 ml santan kental
- 2 batang wortel, iris
- 20 batang buncis, iris
- 150 gram brokoli, siangi
- daun pisang dan lidi penyemat, secukupnya

Directions:
1. Rebus mi hingga matang, angkat dan tiriskan.
2. Telur kocok lepas dan tambahkan santan, aduk rata, masukkan mi, aduk rata, bagi 6 bagian.
3. Ambil dua lembar daun pisang, taruh adonan mi, bungkus bentuk lotong dan kukus selama 30 menit, angkat.
4. Kare ayam : panaskan minyak goreng, tumis bawang merah hingga harum, masukkan ayam, masak hingga berubah warna, tambahkan bumbu mi Kare, dan gula pasir, masak hingga matang, tambahkan santan, masukkan wortel, buncis dan brokoli, masak sebentar, angkat.
5. Sajikan.

Sup Miso


Description:
Mendengar namanya saja, mungkin Anda sudah tidak sabar untuk mencicipi jenis makanan yang satu ini. Makanan yang berasal dari negara Sakura ini memang cocok menemai makan Anda bersama orang-orang tercinta, apalagi di santap selagi hangat. Ingin memamerkan karya sup Anda ke teman-teman Anda, keluarga atau acara arisan tidak ada salahnya kan?

Tidak usah pergi ke restaurant untuk makan semangkuk sup Miso ini, apalagi harus ke negeri asalnya. Penasaran dengan cara pembuatannya, khusus untuk Anda kami memberikan resepnya, coba deh intip. Cara pembuatannya pun cukup mudah dan tidak lama.

Ingredients:
- 10 gr wakame kering {sejenis rumput laut dari Jepang)
- 100 ml air panas untuk merendam
- 250 gr tahu sutera potong dadu 2 x 2 cm
- 100 ml miso tawar (bumbu khas Jepang yang terbuat dari campuran kacang kedelai dengan beras
- 1 batang daun bawang, potong halus untuk taburan

Bahan Kaldu:
- 1700 ml air
- 10 gr konbu ( satu bahan dasar pembuat kaldu khas Jepang)
- 20 gr bonito flake ( salah satu bahan dasar pembuat kaldu khas Jepang)

Directions:
1. Rendam wakame dalam air panas selama 15 menit. Angkat dan tiriskan. Potong dadu ukuran 2 cm. Sisihkan.
2. Kaldu. Jerang diatas apai kecil, air dan konbu hingga mendidih. Angkat, sisihkan konbu.
3. Masukkan bonito flake, didihkan seklai lagi, masak terus di atas api kecil hingga kaldu berkurang 1/3 nya. Angkat, biarkan agak dingin. Saring dan sisihkan.
4. Masak kembali kaldu, tambahkan wakame dan potongan tahu. Masak di atas api kecil hingga mendidih.
5. Ambil 200 ml kaldu panas, campurkan miso,a duk rata. Masukkan kembali ke dalam kaldu, aduk rata. Angkat. Sajikan sup panas dengan taburan daun bawang

Muffin Coklelat Keping


Description:
Dengan bahan dan cara pembuatan yang simple, membuat camilan ini sangat tepat untuk dijadikan ‘teman’ bersama orang-orang tercinta. Tidak salah jika camilan ini menjadi makanan favorit semua orang. Siapa pun akan pasti akan tergoda, belum lagi ditambah cokelat keping yang sangat nikmat. Anda ingin sekali mencobanya? Kami berikan resepnya khusu untuk Anda.

Ingredients:
- 225 gr gula pasir berbutir halus
- 150 ml yoghurt tawar
- 2 butir telur ayam (140 gr), kocok lepas
- 100 gr mentega, lelehkan
- 175 gr cokelat keping, siap pakai

Ayak:
- 275 gr tepung terigu
- 1 ½ sdt baking powder
- ½ sdt garam
- 2 sdm susu bubuk

Directions:
1. Alasi loyang muffing berlubang 12, berdiameter 6 cm dengan cake cup, sisihkan.
2. Campur gula pasir dan campuran tepung aduk rata. Buat lubang di tengahnya dan masukkan yoghurt, telur, mentega leleh dan cokleat keping, aduk rata.
3. Masukkan adonana ke dalam cup cakes hingga penuh.
4. Panggang dalan oven panas bersuhu 180 derajat celcius selama 45 menit hingga matang dan kuning kecoklatan. Angkat.
5. Sajikan

Tuesday, November 27, 2007

Can You Wait Long Enough?

Menunggu…

Sekali lagi aku melakukannya… Tapi kali ini Dia menambah pengertianku tentang menunggu….

Seperti yang aku pernah tulis di sini 'n juga di sini, menunggu sebenarnya bukan sikap yang pasif, tapi sikap yang aktif. Menunggu adalah kata kerja. Dalam menunggu, kita bisa memilih untuk menggerutu, memendam rasa kesal, atau kita memanfaatkan kesempatan menunggu itu untuk introspeksi, merenung, berdoa, dan membangun diri kita sendiri… lebih lagi, kita bisa melatih salah satu buah Roh ini, kesabaran. Tidak begitu sulit untuk diam saat kita menunggu, tapi tantangannya adalah bagaimana menjagai pikiran kita dari hal-hal negatif yang masuk… Itu berarti menunggu juga adalah sebuah kesempatan untuk melatih kita menguasai pikiran kita, memfokuskannya untuk merenungkan kebenaran dan janji-janjiNya, dan tidak menyerah kalah pada pikiran yang sia-sia. That needs a lot of work!

Kali ini, menunggu membuat aku merenungkan apa yang dilakukan bangsa Israel saat mereka juga melakukan hal yang sama (becozzzz godaan yang aku hadapi sama kayak godaan mereka hehehe...). Musa dipanggil Tuhan untuk naik ke gunung, sementara Harun dan seluruh bangsa Israel harus menunggu di bawah (Keluaran 24-32). Pada awalnya, bangsa Israel menyanggupi untuk taat, mereka bilang mereka akan melakukan segala yang difirmankanNya. Tapi hari berganti hari… mereka merasa sudah terlalu lama Musa meninggalkan mereka tanpa kabar, mereka berpikir mungkin saja Musa tidak akan pernah kembali lagi. Mereka tidak sabar, mereka tidak menjaga iman dan pikiran mereka. Akhirnya mereka meminta Harun untuk membuat allah, yang akhirnya berupa sebuah anak lembu tuangan dari anting-anting emas mereka.

Wajar kalau Tuhan menjadi sangat marah… Bagaimana mungkin bangsa yang dipimpinNya sendiri itu menyembah allah buatan dan menyebut bahwa allah itulah yang telah mempimpin mereka keluar dari Mesir??? Apa yang telah terjadi dalam diri bangsa Israel selama mereka menunggu Musa turun dari gunung? Kemana iman dan janji mereka yang mereka ucapkan pada awalnya? Kemana ingatan mereka akan Tuhan yang memimpin mereka keluar dari Mesir dengan mukjizat-mukjizatNya dan dengan tiang awan dan tiang api?

Ini salah satu bukti bahwa menunggu itu adalah sikap yang aktif. Kita tidak bisa membiarkan pemikiran-pemikiran atau asumsi-asumsi yang negatif, ketakutan, keraguan, ingatan akan pengalaman buruk, dan hal-hal negatif lainnya bersarang dalam otak kita. Kita harus secara aktif menjagai pikiran kita, mengisinya dengan kebenaran-kebenaranNya, me-refresh ingatan kita tentang penyertaanNya dan kekuasaanNya, dan menolak semua pemikiran negatif yang menyerang kita. There’s no other way… We have to guard ourselves with His Words of truth…       

I’m so thankful that He is with me while I’m waiting now… and He is keep teaching and reminding me of all His truth and His promises… He also encouraged me through some people who care about me… It’s really true that He never ever leave me alone nor let me fall… He’s my Guardian… my God…

Sunday, November 25, 2007

Peter Pan Syndrome

Hehehe... akhirnya nulis tentang ini lagi deh... Sebelumnya aku dah pernah nulis di sini tahun lalu. Berawal dari ngobrol iseng ama Tammy di YM, trus sempet juga ngobrolin topik yang sama ama Anti... and aku bakal tulis sebagian obrolan kita.

Nggak aneh kalo ada satu saat dalam kehidupannya, seseorang ngerasa stuck... Satu sisi kita tahu bahwa kita harus melangkah maju, tapi di sisi lain kita masih nyaman dengan kondisi kita sebelumnya. Misalnya... kita kangen banget saat-saat SMA atau kuliah dulu, 'n kalo bisa pengen balik aja ke masa-masa itu daripada menghadapi resiko menjadi orang dewasa yang harus bertanggung jawab atas diri sendiri dan mungkin mulai bertanggung jawab atas orang lain. Atau mungkin kita ngerasain "peter pan syndrome" ini ketika kita berada di titik di mana kita tahu bahwa jalan di mana kita berdiri akan mengarah maju, dimana tantangan dan tanggung jawab yang akan kita hadapi di depan sana akan bertambah... sementara ada bagian dari diri kita yang masih merasa enggan melangkah maju... ada rasa  ragu, apakah kita siap, apakah kita akan mampu menjalani masa depan itu dengan baik? Ada juga rasa takut, karena kita tidak pernah tahu persis apa saja yang akan kita hadapi di depan nanti...

Menurutku... "peter pan syndrome" ini hal yang wajar... karena pada titik ini setiap orang harus membuat keputusan dalam hidupnya. Mungkin keputusan itu ga dilakuin atau ga keliatan dalam sekejap mata, mungkin itu berupa keputusan yang dilakukan dalam jangka waktu yang lama, karena semua hal membutuhkan proses. Apapun itu, pada awalnya diperlukan respon dan langkah pertama. Tanpa respon atau langkah pertama, kita tidak akan bergerak kemana-mana... Karena jika diresponi dengan pasif, "peter pan syndrome" bisa membuat kita "mati" di dalam (usia fisik terus bertambah namun usia di dalam diri kita berhenti bertambah).

It takes the gut to move forward and to keep growing... Merasakan "peter pan syndrome" mungkin bisa dipandang sebagai kesempatan untuk menjadi lebih baik, nggak berhenti pada kesuksesan masa lalu, tapi melangkah dan bersiap-siap untuk membangun kesuksesan yang berikutnya. Ingat bahwa Dia ingin membawa kita dari satu kemuliaan kepada kemuliaan yang lain, Dia ingin membawa kita untuk terus naik... dan Dia tidak bermaksud untuk menyuruh kita berjuang sendirian, Dia sudah berjanji bahwa tanganNya akan menuntun kita, memimpin kita, tangan kananNya memegang kita dan membawa kemenangan. It takes our faith to walk with Him...

Jadi inget salah satu quote yang pernah aku baca: Dalam keberanian bukan berarti tidak ada ketakutan, tapi ada satu keputusan untuk menguasai rasa takut itu.

PS: Jia you Tammy 'n Anti!!! ^.^   

Kroket Nasi


Ingredients:
- 30 gr bawang bombay cincang
- 50 gr butter
- 50 gr tepung terigu
- 300 ml susu
- 200 gr nasi
- 150 gr keju parut
- 100 gr daging ayam, rebus, potong dadu
- 100 gr wortel, potong dadu, rebus
- 1 buah kaldu blok
- 2 sendok makan seledri cincang
- 150 gr tepung panir
- Minyak untuk menggoreng
- Garam, merica, pala secukupnya

Directions:
- Lumerkan butter, masukkan bawang bombay cincang, aduk sampai layu, masukkan tepung terigu, aduk rata.
- Tuang susu sedikit demi sedikit sambil terus diaduk. Kemudian masukkan nasi, ayam, wortel, keju, merica, garam, pala, kaldu blok, seledri cincang, sambil terus diaduk rata agar tidak menggumpal.
- Bagilah adonan menjadi 16 bagian, bentuk kroket bulat panjang. Selanjutnya panirlah dengan tepung panir, celupkan ke kocokan telur, kemudian panir kembali.
- Goreng kroket ke minyak panas dan banyak hingga kroket berwarna kecoklatan.
- Angkat dan hidangkan.

Sunday, November 18, 2007

Goncangan: Bagaimana Kamu Memandangnya?

"Adanya goncangan membuat kamu akan dapat melihat apa yang tidak tergoncangkan."

Kata-kata itu muncul begitu aja di pikiranku waktu aku lagi ngerenungin tentang satu hal... I'm sure it was from Him...  and it's true... Seringkali kalo kita lagi ngalamin goncangan dalam satu area kehidupan kita, pada awalnya mungkin kita jadi ikutan labil, jadi nggak tau mau ngapain, jadi mempertanyakan tentang banyak hal, pikiran jadi penuh, kadang jadi ngeblank, dan mungkin ada sedikit keinginan untuk lari atau meninggalkan semuanya. Well... I did... but I just don't wanna stuck in here...

Ada maksud yang jelas dari perkataan yang menyarankan agar kita tidak mengambil keputusan apapun saat kita sedang labil atau emosi. Karena pada saat labil atau emosi, tingkat kesadaran kita lagi rendah, kita lagi berada dalam keadaan tidak menguasai diri sendiri 100%, dan itulah yang menyebabkan kemungkinannya besar bagi kita untuk mengatakan atau melakukan hal-hal yang nantinya akan kita sesali, hal-hal yang sebenarnya tidak kita inginkan.

Hal pertama yang aku temukan tidak tergoncangkan adalah Dia... Dia selalu ada untuk aku. TanganNya selalu terbuka dan telingaNya selalu mendengarkan... Aku selalu dapat bersandar padaNya karena Dialah Satu-satunya yang tidak tergoncangkan oleh apapun... apa yang bisa menggoncangkan Dia? Aku ingat salah satu sms dari Santi (temen forum di Bandung): "Dia yang menopang alam semesta tidak akan membiarkan kita jatuh."

FirmanNya di Roma 8:35-39 yang bilang "Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan." Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." itu emang bener...

Semua hal lain yang ada di dunia ini adalah hal-hal yang sementara, hanya Dia yang kekal... Adalah sebuah pilihan yang sangat disayangkan kalau kita bisa dipisahkan dari Dia hanya karena hal-hal yang sementara... Kenapa disebut "pilihan"? Karena itu adalah pilihan kita. Sebenarnya memang nggak ada yang bisa memisahkan kita dari Dia, tapi... kalau kita lebih memilih hal-hal yang sementara, maka hidup kita pun akan terlepas dari yang kekal dan akan terikat pada yang sementara itu. Mungkin kita nggak mengalami seperti yang dialami Paulus, tapi aku pikir mungkin yang paling dekat dengan yang sering kita alami istilahnya adalah "kesesakan".

Saat mengalami "kesesakan" - pikiran penuh, bimbang, gatau musti ngapain, menyalahkan orang lain, menyalahkan diri sendiri, pengen give up, dll... - seharusnya kita lebih mendekat padaNya, bukannya malah menjauh dariNya. Becoz He is the Way and the Truth. Dia akan menyingkapkan apa yang sebenarnya terjadi dan Dia akan menunjukkan jalan yang harus kita tempuh.

Hal kedua yang tidak tergoncangkan adalah janjiNya. "Ask and you will receive..." Semua dimulai dari hati. Jika kita ingin melakukan hal yang benar dalam setiap area kehidupan kita, kita sangat bisa meminta petunjuknya 'n pimpinanNya. Masih kurang? Dia bahkan bilang bahwa Dia akan meneguhkan dan menolong kita, memegang kita dengan tangan kananNya yang membawa kemenangan (Yes 41:10 - "janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.").

Kadang orang yang kita percayai pun juga mempunyai saat-saat labil dalam hidupnya, sama seperti kita. Dan pada saat-saat labil, seringkali kata-kata atau tindakan kita semua tidak bisa benar-benar dijadikan patokan atau dipegang teguh. It's just a matter of humanity. That's why pada saat satu atau beberapa area dalam hidup kita goncang, kita harus memegang teguh yang tidak tergoncangkan, supaya kita nggak ikutan goncang, tapi menemukan damai sejahtera dan tuntunanNya.

Ada perkataan yang sangat mengena dalam setiap saat goncang atau saat pergumulan yang kita alami, ini aku dapet kemaren dari orang yang kotbah di gereja: "It's not about the start, but are you finishing well?" Bukan masalah awalnya, tapi apakah kita bisa menyelesaikan dengan baik? Karena setelah awal akan ada proses, dan setiap perkembangan atau kemajuan dalam proses itu juga membutuhkan waktu. Kita bisa menjadi tidak sabar, atau kita bisa memandang waktu ini sebagai kesempatan untuk mendukung munculnya buah-buah Roh... Yeah come on, just be realistic, kesabaran akan muncul kalo kita melatihnya pada saat-saat dimana respon "lama" kita adalah tidak sabar. Kesabaran nggak akan muncul kalo kita nggak pernah ngalamin saat-saat dimana untuk menjadi sabar itu butuh usaha keras. Hal yang sama juga berlaku untuk melatih buah-buah Roh yang lain.

Saat kita menerima Tuhan, Dia memberikan kita hati yang baru, hati yang menginginkan keselarasan dengan kehendakNya. Tapi selanjutnya adalah bagian kita untuk mengabaikan atau mendukung keinginan hati yang baru itu.

Are you shaking right now? Find The Unshakeable and walk through it! 
   

Pikul Salib

A, wanita, lajang, 26 tahun, pengusaha

Sejak kecil cita-cita saya menjadi seorang pengusaha sukses, mempunyai kehidupan yang mapan dan mandiri sebelum saya menikah. Saya pikir itu adalah sebuah rencana yang hebat. Dan memang saya sudah menjadi seorang wanita yang hebat diusia saya yang bisa dibilang muda. Saat berumur 26 tahun perekonomian saya sudah sangat mantap. Saya mempunyai sebuah usaha pribadi yang menjadi aset utama saya dan bisa memenuhi seluruh kebutuhan saya mulai dari kebutuhan primer, sekunder sampai tersier. Tetapi begitu saya diperhadapkan dengan usia saya yang mulai merambat tiap tahun menuju kematangan jasmani, saya mulai merasakan ketakutan yang lain. Teman lelaki seumuran saya yang sekiranya sepadan dan seimbang dengan saya, kebanyakan sudah menikah dan berkeluarga. Saya kesulitan mencari seorang yang tepat buat saya. Sementara itu desakan orang tua saya dan keluarga untuk segera menikah mulai terasa mengusik saya.

B, wanita, lajang, 25 tahun, karyawan swasta

Saya bekerja di sebuah perusahaan swasta dan sudah mempunyai seorang lelaki sebagai kekasih saya. Saya dan kekasih saya sudah menjalin hubungan selama setahun belakangan ini dan berkeinginan untuk segera melangkah ke jenjang pernikahan. Kekasih saya sudah bekerja juga. Tetapi yang menjadi penghalang untuk segera mewujudkan keinginan kami adalah masalah ekonomi. Pendapatan kekasih saya dan saya sendiri jika digabungkan masih terlalu minim untuk hidup berkeluarga secara layak di kota Jakarta. Baik saya maupun kekasih saya untuk hidup sendiri-sendiri saja masih harus sama-sama mengencangkan ikat pinggang. Bagaimana mungkin kami bisa segera melangsungkan pernikahan dan hidup berkeluarga dengan layak jika perekonomian kami saat masih lajang saja sulit diatur ?

C, pria, menikah dengan dua anak, 27 tahun, karyawan swasta

Dalam usia saya yang 27 tahun, saya sudah memiliki apa yang saya impikan sejak dulu. Saya sudah menikah dan mempunyai dua orang anak. Hidup saya rasanya sempurna jika saja beban pekerjaan saya tidak membuat saya khawatir. Perusahaan tempat saya bekerja mengalami defisit keuangan dan hendak melakukan perampingan karyawan. Sekarang hidup saya serasa ada diujung tanduk. Saya takut jika rencana perumahan karyawan tersebut jatuh kepada saya. Istri saya hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa dan saya adalah satu-satunya tulang punggung bagi keuangan keluarga saya. Selama ini gaji saya hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari keluarga kami. Dan jika nantinya saya terpaksa tidak bekerja, saya sangat takut menghadapi kenyataan tentang masa depan saya, keluarga, dan anak-anak saya yang masih balita.

D, wanita, menikah, 28 tahun, ibu rumah tangga

Menjadi seorang ibu rumah tangga adalah keinginan saya. Saya sungguh berbahagia mempunyai seorang suami yang baik dan secara finansial dia sudah mapan. Mulai tahun pertama pernikahan kami semua membuat saya puas akan hidup saya. Tetapi tiba-tiba sebuah vonis dokter atas saya membuat hidup saya serasa terhenti. Dokter memvonis ada benih kanker bersarang di otak saya. Dan sejak saat itu hidup saya selalu dihantui ketakutan. Bukan lagi sebuah hidup bahagia dan normal bersama suami dan keluarga saya. Tetapi hidup yang diwarnai kemoterapi tiap sebulan sekali, obat-obatan, dan perasaan takut meninggal. Saya takut jika suatu saat saya memejamkan mata ini dan saya tidak lagi melihat suami yang saya cintai ada disisi saya saat terjaga kembali.

E, pria, menikah dengan dua anak, 42 tahun, karyawan swasta dan pengusaha

Masa muda saya begitu kelam. Saya menghabiskannya dengan merokok, minum minuman keras, dan juga berhubungan dengan kuasa gelap. Ketika saya sudah berkeluarga dan mempunyai dua orang anak, Yesus mulai menjamah hidup saya. Saya berkeinginan untuk kembali ke jalan-Nya. Hidup dengan cara yang benar dan mendidik anak-anak saya agar mereka tidak menjalani hidup yang sama seperti saya di masa muda. Tetapi menjadi benar di mata Dia itu sungguh sulit. Sering kali saya masih terusik dengan kuasa gelap yang pernah menjadi gaya hidup saya dulu. Dan itu menjadi beban tersendiri bagi saya.

F, wanita, lajang, 19 tahun, pelajar

Saat ini saya sedang minimba ilmu di sebuah universitas terkemuka di kota Jakarta. Di bangku kuliah bisa dibilang saya menguasai seluruh materi yang diajarkan dosen. Dan bagi saya pelajaran dan biaya kuliah bukanlah beban berat bagi saya untuk terus berprestasi. Tetapi keberadaan Papa saya yang tidak sebagaimana mestinya seorang ayah memberi contoh yang baik kepada anak-anaknya membuat saya lelah menjalani hidup ini. Saya ingin berontak dari keluarga saya. Saya ingin lari dari rumah dan menjadi orang lain. Saya kecewa dengan Papa saya.

G, pria, lajang, 27 tahun, karyawan swasta

Saya bekerja disebuah perusahaan bonafit. Diumur saya yang relatif muda saya sudah mempunyai hidup yang sangat mapan. Saya mencintai pekerjaan saya meskipun hal itu sering kali merampas waktu saya untuk bersenang-senang menikmati hidup seperti manusia normal yang bekerja hanya 8 jam sehari. Tempat kerja saya lokasinya jauh dari jangkauan manusia. Hal ini membuat batu sandungan bagi hubungan saya dengan wanita manapun. Berkali-kali jalinan hubungan cinta saya terpaksa kandas ditengah jalan karena wanita yang saya kasihi ternyata justru memanfaatkan saya untuk mengeruk uang saya dengan kondisi pekerjaan saya yang sering diluar jangkauan manusia itu. Sampai sekarang pengalaman itu membuat saya takut untuk mengenal seorang wanita lebih dari sekedar seorang teman. Karena pengalaman saya selama ini membuktikan bahwa tidak ada wanita yang bisa menerima saya apa adanya kecuali uang dan harta saya.

* * *


Jika saat ini anda merasa terbeban berat atas hidup anda dan menemui jalan buntu, saya memberikan berbagai ilustrasi dari percakapan saya dengan beberapa orang yang saya kenal dalam perjalanan hidup saya. Mereka adalah manusia dengan berbagai latar belakang usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan juga kepribadian yang berbeda-beda.

Saya yakin bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Setiap manusia mempunyai ketakutan dan juga beban yang mereka bawa selama menjalani hidup ini. Entah itu masalah keluarga, keuangan, relationship, atau juga hubungan kita pribadi dengan Tuhan kita Yesus Kristus.

Saya juga mempunyai salib yang harus saya pikul setiap hari. Saya mempunyai ketakutan tersendiri dalam hidup saya yang terkadang membuat saya bosan untuk menggumulinya terus menerus. Terkadang saya juga terjatuh dan menyerah kepada Tuhan, meringkuk di bawah kaki-Nya dan memohon agar saya dilewatkan dari beban-beban saya tersebut.

Tetapi apakah tindakan saya tersebut benar ?

Bayangkan jika semua manusia di dunia ini termasuk anda dan saya merasakan sukacita terus tanpa sebuah penderitaan, apakah kita akan terpikirkan untuk mengusahakan yang terbaik sehingga kita bisa masuk ke Kerajaan Surga pada akhirnya ? Jika anda dan saya betah di dunia tentu anda tidak akan pernah mau meninggalkan dunia ini bukan ? Padahal hidup di dunia ini hanyalah sementara. Hidup kita yang sesuangguhnya ada di Surga bersama Bapa kita yang kekal.

Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku (Lukas 9:23)

Apapun salib yang Tuhan beri kepada anda hari ini - ketakutan anda tentang keuangan, keluarga, pekerjaan, study, relationship, atau sakit penyakit anda - semua itu adalah sesuatu yang harus anda kalahkan. Hidup diberikan oleh Tuhan untuk kita kalahkan, bukannya kita yang harus menyerah kalah pada hidup.

Ketika kita mulai menyadari apa yang menjadi salib bagi kita dan mulai menyerahkan salib itu kepada Tuhan sendiri untuk memikulnya bersama kita, saat itulah kita akan tahu apa makna hidup ini yang sesungguhnya. Hidup bukanlah sekedar hembusan nafas yang keluar dari hidung kita dan kita melewati fase-fase dalam kehidupan dengan normal, seperti kita harus melewati fase bayi - anak-anak - remaja - dewasa - tua, lajang - pacaran - tunangan - menikah, sekolah - bekerja - pensiun, dan fase-fase kehidupan yang lain.

Tetapi yang benar adalah : didalam setiap fase kehidupan yang harus kita lewati tersebut, kita harus menggali pesan-pesan Agung-Nya yang berharga setiap saat. Salib yang Dia beri kepada kita itu tidak akan melebihi kekuatan kita. Dan salib itu digunakan untuk semakin mendekatkan firman-Nya, janji-janji-Nya, dan mukjizat-Nya kepada kita.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan (Matius 11:28-30)

Ketakutan kita tentang sesuatu yang mendalam itu sebenarnya tidak beralasan. Karena didalam Dia kita bisa meraih kelimpahan atas semua kebutuhan kita. Dan makna hidup itu akan ada jika kita berjalan selalu bersama Dia. Semua orang menerima bagian yang khas dari Dia. Semua manusia pasti mempunyai salib yang harus dipikul, pasti mempunyai ketakutan, pasti mempunyai beban berat, pasti melalui penderitaan. Jadi jangan pernah membandingkan diri anda dengan orang lain.

Semua orang harus memikul salibnya. Sama seperti Dia memikul salib-Nya menuju bukit Golgota yang akhirnya bisa menyelamatkan dunia. Anda juga bisa mengubah salib anda menjadi berkat bagi orang lain jika anda mau melakukannya.

Yang membedakan antara orang menang dan orang kalah bukanlah darimana mereka masuk kedalam pencobaan, tetapi bagaimana cara mereka keluar dari masa pencobaan itu. Pandanglah berkat-berkat anda dan mulai bersyukur. Tinggalkan beban dibawah kaki Yesus dan mulailah memikul salib, mengalahkan hidup.

Sumber: copied from Enjie's multiply - it knocks me ^_^ thanx Jie..

Thursday, November 15, 2007

Setelah Itu...

Saat semuanya terasa tersumbat
Langkah terhenti karena kaki terbentur dinding penghalang
Kau sediakan telinga dan tanganMu
Ijinkan semrawut pikiranku dan beribu tanda tanya tergeletak di depan kakiMu

Untuk sejenak waktu seakan berhenti
Menciptakan ruang dimana hanya ada aku dan Kau
Sebentar saja detik-detik seolah enggan melaju
Ketika pengertianMu membungkusku dalam diam

Kau tahu bahwa waktu itu...
Aku hanya butuh didengar dan merasa aman
Kau tahu bahwa setelah itu...
Aku akan dapat mendengar jawabanMu dengan lebih jelas

Ya...

Setelah itu...
Kau tahu aku akan bangkit dengan kekuatanMu
Setelah itu...
Kau tahu aku akan siap berjalan lagi bersamaMu  

Setiap kali aku mengetuk pintuMu
Kau membukanya dan selalu ada untukku
Setiap kali aku terjatuh
Kau tak pernah melewatkan kesempatan itu untuk membuatku berubah

Setelah itu...
Kau kembali mengingatkanku...
Untuk setiap perkara Kau punya jawabannya

Setelah itu...
Kau kembali meyakinkanku...
Bahwa terkadang cara-caraMu memang ajaib dan tidak terduga

Tuesday, November 13, 2007

Pray - by Truevibe

Thinking through... what to do
You're searching every angle and point of view
Good advice well rehearsed
Only seems to make matters worse

When you're at a dead end where can you go
My friend there's an answer I know

Pray... When the road is steep
Pray... When your hope gets weak
Know the Father hears through
The silent and the tears you

Pray... When you don't know how
Pray... Heaven's waiting now
And Jesus is just a breath away

Pray...
The deepest sighs of the heart
Sometimes it's a struggle when we first start
To wrap our needs up in words

And trust that somehow we will be heard
But draw near and know you are loved
God hears and His heart is touched

Pray for the strength you're needing
Pray to go on believing
Pray no matter what you face
You'll have the wisdom and the grace to...
Pray...

Love Is Calling - by Truevibe

There was a time
When the world made sense
Reason had a rhyme
You were so sure
That the sun would always shine

But now your blue skies turned to gray
And everything has changed

Love is calling
You’ve got to hold on
To what you believe

Love is calling
Though the night is so long
There’s a light to lead you through… it’s true
That Love is calling out to you

There will be times
When the doubts arise and discourage you
You gotta make up your mind
Believing in His truth

So keep trusting don’t lose heart
He’s carried you so far
Don’t you know that…

No power on earth could separate us
From the hand of The One who made us
There’s no cause to fear what lies ahead…

Keep listening cause…
In the darkness
Feel the presence

Can you hear Him calling out
From the distance to closeness
He will meet you where you are

Sunday, November 11, 2007

Mind Crashes

Ada banyak hal yang berkeliaran dan saling menubruk di pikiranku belakangan ini, ada saat-saat labil, ada saat-saat pengen banget protes, ada saat-saat pengen menepi dan mencari ketenangan… Jumat minggu lalu aku curhat sepuasnya ama Dia… sampe tidur baru malem banget… Sabtunya aku dapet something, kayaknya cuman itu yang bisa aku mulai lakuin, supaya aku ga terus-terusan berkutat dengan hal-hal yang negatif… Eh Minggunya di JPCC kotbah Jose Carol pas banget, kayak peneguhan dari apa yang aku dapet sehari sebelumnya… waw… Thank You very much God…

But my process isn’t over yet… aku harus memilih setiap hari untuk memegang perkataanNya, aku harus memilih setiap saat untuk nggak membiarkan pikiran-pikiran negatif itu muncul lagi. Aku harus belajar menyeleksi dan menyaring setiap perkataan yang aku dengar dari orang lain…'n juga sambil terus membangun diriku...

It’s very true that… the most loyal One in every situation of our life is Him… Nggak ada seorangpun yang bisa ngegantiin tempat Dia… Dia menerima kita dalam segala keberadaan, perasaan, dan kondisi kita… and He understand them all… Instead of judging, He gives us love, passion, and conciousness from the inside out so we can change to be betterInstead of pushing too hard, He gives us wisdom to know the reason and the purpose of what we will do, and be patient with us… He knows me better that anyone else, even better than myself… and He knows best how to handle my heart…

Sometimes, in certain things, I just don’t know what I have to do… But His invisible hand, anyway, keep holding mine while I’m walking toward… That’s the most precious experience that gives me proove that He loves me and I’m His belonging…

Dalam setiap hal pasti ada jalan keluar... becoz He is The Way Himself... He is The Way, The Truth, and The Life...

Wednesday, November 7, 2007

Omelet Nasi


Description:
Kecuali dibuat nasi goreng, nasi yang tersisa juga enak dibuat omelet. Apalagi yang satu ini diberi tambahan udang, paprika, dan bawang bombay. Sekali-sekali boleh Anda coba untuk sajian sarapan yang spesial. Disantap selagi hangat ? Hmm... sedap!

Ingredients:
3 butir telur ayam
50 ml susu segar
300 g nasi putih yang pulen
50 g paprika hijau, iris tipis
10 g bawang Bombay, iris tipis
50 g udang kupas, potong keil, tumis
1 sdm minyak sayur

Bumbu:
1 sdm kecap asin
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt garam

Directions:
- Kocok telur dan susu bersama Bumbu hingga rata.
- Masukkan nasi, paprika, bawang Bombay dan udang. Aduk hingga rata.
- Panaskan wajan anti lengket, masukkan minyak.
- Tuang adonan nasi sambil ratakan. Tutup wajan. Masak hingga bagian bawahnya agak kering.
- Balikkan, masak sisi yang lain hingga matang.
- Angkat, sajikan panas.

Omelet Mie


Description:
Jika ingin camilan yang cukup padat, coba saja omelet mi ini karena rasanya gurih dan cukup mengenyangkan. Paduan daging ayam dan cabai membuat rasa omelet ini jadi makin enak saja. Tambahkan irisan cabai rawit merah jika ingin rasa lebih pedas!


Ingredients:
3 butir telur ayam
1 sdm tepung terigu
300 g mi telur basah/segar
100 g daging ayam cincang
5 helai kucai, iris kasar
10 g bawang Bombay, cincang halus
1 sdm minyak sayur

Bumbu:
1 buah cabai merah, tumbuk agak halus
1 siung bawang putih, parut
1/2 sdt merica bubuk
1 sdm kecap asin
1/2 sdt garam

Directions:
- Kocok telur bersama tepung terigu dan bumbu hingga rata.
- Tambahkan mi, daging ayam, kucai dan bawang Bombay, aduk rata.
- Panaskan wajan antilengket, beri minyak.
- Masukkan adonan mi, tutup wajan, masak dengan api sedang hingga agak kering.
- Balikkan omelet, masak sisi yang lain hingga matang.
- Angkat, sajikan hangat.

Omelet Roti


Description:
Yang ini memang agak berbeda karena roti tawar diolah sebagai bahan omelet. Soal rasa? Jangan ragu untuk mencoba. Aroma segar jamur, bawang dan kacang polong memberi sensasi lezat yang unik. Jika suka, taburkan keju parut sebelum disajikan.

Ingredients:
3 butir telur ayam
50 ml susu segar
3 lembar roti tawar, potong 2 x 2 cm
1 sdm kacang polong beku
50 g udang kupas, rebus, potong kecil
2 buah jamur shitake, iris tipis
20 g bawang Bombay, iris tipis, tumis

Bumbu:
1 sdt mustard pasta
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt garam

Directions:
# Kocok telur, susu dan Bumbu hingga rata.
- Masukkan roti, kacang polong, udang, jamur, paprika dan bawang Bombay, aduk rata.
- Panaskan 1 sdm minyak dalam wajan antilengket.
- Tuangkan adonan roti. Masak hingga bagian bawahnya kering.
- Balikkan, masak hingga matang.
- Angkat, sajikan hangat.

Have a little project

Hehehehehe....

Kemaren pagi baru be;ajar dari sang guru... Pagi ini giliran aku mempraktekkan ajarannya... dan komentar sang guru, "Nice!!!" mau ga mau aku jadi nyengir juga hihihihi... jadi ga sabar pengen nyoba yang laen lagi hehehehe... thanx Ochi! ^.^

Semua ini jadi bikin aku ngerti... jauh lebih enak kalo kita menyambut setiap perubahan sebagai kesempatan mencoba hal baru, menganggap permintaan sebagai saran bukan sebagai tuntutan, yah walau emang butuh waktu rada lama untuk me-mingle-kan semua pikiran dan perasaan yang berserakan hehehe... Ngomongin apa sih... ada deh hehehehe...

Tuesday, November 6, 2007

Kroket Havermouth

Ingredients:
- 500 gr kentang, kupas, rebus, haluskan
- 1 buah (100gr bawang bombay), kupas, cincang halus, tumis
- 1 butir telur ayam, kocok lepas
- 75 gr keju cheddar parut
- 75 gr fillet dada ayam, rebus, suwir halus
- 50 gr jamur kancing kalengan, tiriskan, cincang kasar
- 1 sdt garam
- 1/2 sdt merica bubuk
- 75 ml putih telur ayam untuk melapis
- 100 gr oatmeal (old fashioned oats)
- minyak untuk menggoreng

Directions:
- Campur kentang dan bawang bombay tumis, aduk rata. Tambahkan telur, keju, ayam dan jamur, aduk rata. Bubuhkan garam dan merica bubuk.
- Ambil 1 sdm adonan, bentuk silinder hinga rapi. Lakukan hal yang sama sampai adonan habis.
- Celupkan ke dalam putih telur. Gulingkan di atas oatmeal hingga rata.
- Goreng dalam minyak banyak dan panas hingga kecoklatan dan matang, angkat.
- Sajikan.

Perpisahan di Rumah Duka

Hari ini adek temen kantorku meninggal. Adiknya emang udah sakit kanker hati dari lama, tapi belakangan ini temenku (kak Prima) memang lagi bergumul soal adiknya ini (coz masalah adiknya complicated, dulu dia sempet bilang ke aku kalo dia hampir give up ngurusin semuanya tentang keluarganya, termasuk adiknya ini), coz udah beberapa kali masuk RS. Kak Prima beberapa bulan ini juga deket banget ama adiknya, di tengah kesibukannya sebagai salah satu segment producer Solusi Life (yang kerjaannya seabreg-abreg, sering pulang subuh pagi balik lagi ke kantor), dia pulang ke rumah ‘n ngerawat adiknya… Yah, seperti yang pernah dibilang ama TB Joshua, kadang kematian juga salah satu bentuk kesembuhan…

Waktu tadi aku dateng ke rumah kak Prima ama beberapa orang kantor, aku jadi nyadar… bahwa emang kematian itu ga bisa diprediksi… Kak Prima bahkan sebelum ini udah hire pembantu plus udah ngajuin permintaan pindah ke kerjaan dia yang lama, jadi bagian administrasi produksi, supaya dia punya lebih banyak waktu buat ngerawat adiknya… Semuanya tadi pada nangis… adik-adik kak Prima yang laen juga keilangan banget… Ada adiknya yang masih ga terima karena dia dah doain tapi kok ga sembuh, “… padahal kan katanya ada kesembuhan dalam nama Yesus…”. Trus ada juga pertanyaan di otakku, kalo tau endingnya juga meninggal, pernah ga siy terbersit protes/pertanyaan/penyesalan: “Trus ngapain aku ngerawat dia sampe segitunya kalo akhirnya dia juga meninggal?”

Aku kagum banget ama kak Prima… Dia bener-bener mengutamakan keluarganya, sayang ‘n perhatian banget ama adiknya… apalagi belakangan ini, waktu kerjaannya lagi padat banget, dia juga sama padatnya ngurusin adiknya… Tadi ada orang kantor yang bilang, “Prima udah ngelakuin yang terbaik, dan Arto (nama adiknya) mempunyai kenangan yang paling indah karena dia tahu kakaknya sayang ama dia ‘n ga menyerah ama dia…” Dia tetep keukeuh, tetep fight… sampe saat terakhir adiknya… She's the model for constant and consistent love from God...

Aku jadi inget dulu waktu emakku meninggal 2 tahun lalu… aku juga ga nyangka… aku pikir masih bisa ketemuan lagi pas aku mudik… tapi ternyata aku mudik waktu dia udah meninggal… Ada penyesalan kenapa pas mudik-mudik sebelumnya aku ga do something more for her… I wasn’t prepared coz saat terakhir aku mudik dia masih sehat-sehat aja… Mana yang sering dia tanyain pas saat-saat terakhir itu aku… Yah well… life must go on… we learn from our past mistakes and do better today…    

Dari situ aku jadi mikir… emang yang paling berharga itu adalah bener-bener berbuat maksimal di hari ini untuk orang-orang yang kita cintai. Karna kita ga pernah tau apa yang bakal terjadi besok… Seringkali kita terlalu mempermasalahkan hal-hal kecil sampai kita menyakiti orang lain, melukai orang lain, dan juga diri kita sendiri. Kalo inget bahwa kematian itu ga terduga, mungkin kita bakal lebih menghargai waktu yang kita punya ama orang-rang yang kita sayang, bakal ga membesar-besarkan masalah yang sebenernya bisa dihadapi dengan kepala dingin, bakal lebih menghargai mereka, lebih sabar ama mereka, menyayangi mereka, dan lebih menghindari untuk menyakiti perasaan mereka…

Tadi pagi aku sempet baca Pengkotbah bentar… ada yang bilang intinya lebih baik ada di rumah duka daripada ada di pesta dan bersenang-senang… something like that… (ga sempet cari ayatnya hehehe…). I think that’s true… Kalo dipikir lebih dalem… memang ujung-ujungnya satu… yang penting takut akan Tuhan… karena semuanya berawal dari Dia, oleh Dia dan untuk Dia… juga melakukan hal-hal yang berarti untuk orang-orang yang kita kasihi hari ini… so we can share His love with them, through many ways…